Home Berita Dikit-dikit Intoleran, Kalian Lagi Bela Indonesia Atau Bela China???

Dikit-dikit Intoleran, Kalian Lagi Bela Indonesia Atau Bela China???

47

Gema Rakyat – Era sekarang dikit-dikit tuding INTOLERAN, anti-Bhinneka, bla bla bla… termasuk terbaru soal kontroversi patung raksasa Dewa Perang China di Tuban yang akhirnya ditutup kain putih.

Oleh bani PIKTOR langsung dicap INTOLERAN… mereka bikin framing seolah warisan budaya bangsa Indonesia yang lain (seperti Borobudur) akan mengalami nasib sama seperti patung dewa perang China.

Adjat Brown Vazera yang banyak berkecimpung di bidang seni, budaya, dan pariwisata menjawab gonjang-gajing patung panglima perang China di Tuban yang jauh dari kesan emosional sebagaimana ‘kaum tanpa sumbu’ menyikapinya.

Berikut tulisan Adjat Brown Vazera:

Menurut pikiran gueh berdasarkan postingan orang-orang termasuk teman gw sendri, kenapa patung Tuban di tutup ??

1. Karena patung tsb bukan patung yang memiliki arti penting dalam sejarah bangsa Indonesia (bukan pahlawan Indonesia).

2. Secara manifestasi patung tsb bukan patung perlambang agama tertentu, melainkan patung tokoh dari negara luar.

3. Bukan BCB (Benda Cagar Budaya) yang secara pengertiannya adalah benda yang usianya lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai penting seperti (sejarah, pendidikan, agama, budaya). Sedangkan patung Tuban tidak demikian.

4. Indonesia tentunya dan masyarakat turut andil wajib dalam pembangunan Kebudayaan sebagai identitas karakter bangsa, mnjunjung nilai-nilai kultur di masyarakat, dan melestarikan kebudayaan lokal di setiap daerah.

5. Adalah hal mustahil dengan beredarnya berita penutupan patung Tuban, dianggap sebagai masyarakat yang Intoleran..(terlalu dini men-judge seperti ini) liat kembali poin 1 s.d 4.

6. Borobudur adalah Masterpiece-nya kebanggaan Indonesia adalah salah satu CB (Cagar Budaya) bahkan ditetapkan sebagai Warisan Dunia, tentunya candi tsb memiliki nilai sejarah khususnya dibidang agama. Tentunya tak akan serta merta masyarakat kita bodoh akan mengarah kepada hal yg tak di inginkan layaknya pada patung Tuban.

7. Melihat kasus sperti ini tentunya kita tdk termakan penggiringan opini media kepada hal yang tidak baik sperti intoleran dsb.

***

Disamping itu, tuduhan INTOLERAN juga dimentahkan dengan penolakan dari kalangan Konghucu sendiri.

Generasi Muda Khonghucu Tolak Patung di Kelenteng Tuban

Ketua Presidium Generasi Muda Khonghucu Indonesia (gemaku.org) Kris Tan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad 6 Agustus 2017, menyatakan pembangunan patung di dalam kompleks Kelenteng Tuban merupakan sikap yang tidak peka terhadap keutuhan berbangsa dan bernegara.

“Tuduhan yang beredar bahwa itu diprakarsai oleh umat Khonghucu adalah sebuah kekeliruan dan fitnah besar bagi penganut Khonghucu,” kata dia.

Kris Tan menegaskan, dalam tradisi ajaran leluhur Tionghoa sama sekali tidak dikenal doktrin membangun ikon patung yang megah dan absurd yang bahkan menuju pada praktik-praktik menduakan Tuhan Yang Maha Esa.

Link: https://nasional.tempo.co/read/news/2017/08/08/058897986/generasi-muda-khonghucu-tolak-patung-di-kelenteng-tuban-sebab

MAKIN HERAN DENGAN POLAH MEREKA… KOAR-KOARNYA NASIONALIS, tapi malah mendukung patung dewa perang China, bukannya pahlawan Nasional.

TERUS TERANG SAJA, KALIAN SEDANG MEMBELA INDONESIA ATAU MEMBELA CHINA?

JANGAN BERKEDOK TOLERAN BHINEKA PANCASILA.[Gema Rakyat / pi]

Loading...