Home Berita Fahri Sidak ke Polres Jakarta Timur, Ini Hasilnya

Fahri Sidak ke Polres Jakarta Timur, Ini Hasilnya

50

Gema Rakyat – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersama anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan Masinton Pasaribu melakukan inspeksi mendadak ke Markas Kepolisian Resor Jakarta Timur.

Dengan mengenakan kemeja batik berwarna hitam dan coklat, Fahri langsung bertemu dengan Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Andry Wibowo.

Kedatangan Fahri untuk melihat langsung tersangka Rochmadi Saptogiri, auditor BPK yang ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur karena kasus dugaan korupsi jual beli predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Fahri pun mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, Rochmadi mengatakan uang Rp 1,1 miliar yang berada di brangkas ruang kerjanya, merupakan hasil uang yang ia kumpulkan sejak 2001 silam.

“Iya (Pak Rochmadi) curhat, tetap ini menjadi bukti lanjutan dalam pemeriksaan, karena dia tidak tahu menahu dengan uang yang dibawa itu (oleh KPK), yang rupanya itu jumlahnya hanya 40 juta,” kata Fahri di Polres Jakarta Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (29/5/2017).

“Kalau uang beliau yang 1,1 miliar itu adalah, uang dalam brankas milik beliau yang katanya masih ditutup amplop gaji dan tunjangan. Karena beliau (Rochmadi tidak semua uangnya dibawa pulang ke rumah, dan saya tau beliau juga orangnya sederhana,” tambah Fahri.

Sementara itu, Fahri menambahkan, kalau situasi tahanan di Polres Jakarta Timur suasananya lebih santai saat bulan suci Ramadhan kali ini. Dimana, para tahanan diperkenankan untuk melakukan ibadah dengan leluasa.

“Saya tadi melihat ke atas para tahanan secara umum keadaannya baik. Dan beliau (pak Rochmadi) hanya bilang, dalam bulan puasa beliau hanya puasa dan baca Al Quran agar bisa tenang,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Andry Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada tahanan selama bulan suci Ramadhan.

Meski dalam tahanan, terang Andry, seorang tahanan bisa melakukan aktivitas ibadah dalam kegembiraan Ramadhan.

“Yang terpenting itu,” tutupnya. [GR / tsc]

Loading...