Home Otomotif First Drive Land Rover Discovery 3.0 V6 HSE Si6

First Drive Land Rover Discovery 3.0 V6 HSE Si6

32
SHARE

Land Rover Discovery terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. Proporsi yang optimal, dikombinasikan dengan detil yang indah dan menawan, semakin menegaskan jati dirinya sebagai SUV modern dengan kemampuan jelajah luar biasa.

Ciri desain Discovery yang otentik tetap melekat lewat garis atap bertingkat, yang telah mengidentifikasi masing-masing model dari empat generasi sebelumnya. Bukan tanpa alasan, desain atap bertingkat mampu menyediakan headroom yang superior di baris ketiga.

Wajahnya kini terlihat lebih futuristis, utamanya bentuk headlamp meruncing berpadu DRL yang sungguh mempesona. Membuat kami sulit berhenti memandanginya.

Loading...

Begitu pula pada lampu full LED di bagian belakang. Mungkin Anda sejenak berpikir saat melihat desain buritannya. Ya, kami pun begitu. Terlihat mirip dengan Range Rover Evoque.

Masuk ke bagian kabin, kami dibuat terkesan dengan kualitas material yang digunakan di setiap bagian. Bahan kulit yang membungkus interior serta panel kayu yang dibiarkan bertekstur kasar terasa begitu berkelas.

Begitu pula detil dari setiap tombol-tombol yang berkesan mewah, tetapi terlihat tangguh karena berdimensi cukup besar. Penempatan berbagai tombol juga sangat rapih dan tidak membingungkan.

Kesan lega begitu terasa saat atap panoramic-nya yang terbagi menjadi dua bagian, kami buka seluruhnya. Tidak hanya kesan, tapi memang SUV berkonfigurasi 7 tempat duduk ini menyediakan kelegaan luar biasa.

Formasi tempat duduknya dibuat bertingkat untuk memberikan visual ke arah depan yang sama hingga baris ketiga, layaknya sebuah stadium.

Pintu bagasi belakang kini mempunyai dimensi yang lebih besar dibanding sebelumnya. Fitur power tailgate sangat membantu dalam membukanya. Ada satu fitur menarik yang membuat kami sedikit tersenyum, adalah pengatur ketinggian suspensi yang dapat diatur dari tombol di bagasi. Tinggal tekan tombol untuk merendahkan bodi bongsornya, Anda akan dimudahkan saat memasukkan barang. Wajar saja, karena SUV ini memiliki ground clearance sebesar 283 mm.

Penasaran dengan suaranya, kami masuk, menutup seluruh pintunya dan menyalakan mesinnya. Raungan awal memang cukup keras terdengar hingga ke dalam kabin. Mungkin karena mesinnya masih belum mencapai suhu ideal. Namun, hanya berlangsung sesaat. Setelah itu, suara mesin hampir tidak terdengar, bahkan getarannya pun tidak lagi terasa.

Mesin yang diusungnya yakni V6 3.000 cc berkode HSE Si6 dengan imbuhan supercharger. Mesin itu lalu dipadu transmisi ZF 8 percepatan. Menghasilkan tenaga hingga 335 dk dan limpahan torsi sebesar 450 Nm. Akselerasi yang diklaim pabrikannya yakni 0-100 mampu dilahap dalam 7,1 detik. Cukup kencang mengingat dimensinya yang bongsor.

Figur tersebut dapat dicapai berkat penggunaan bodi alumunium yang mampu mereduksi bobot hingga 200 kg dibanding pendahulunya.

Keterbatasan area parkir membuat kami sulit mencoba akselerasinya. Tetapi, limpahan torsi besarnya sudah terasa mengentak saat menginjak pedal gas. Kebetulan saat itu transmisi kami set di mode “Sport”. Suspensi udaranya terasa sangat empuk saat melibas gundukan. Sudah terbayang betapa nikmatnya membawa Discovery ini menjelajah.

 

 

369/34-37(14-27Jun2017)