Menyedihkan! Hanya Karena Beda Kota, Peraih Nilai UN Tertinggi di Salatiga Ditolak SMA Favorit

Gema Rakyat – Kepala sekolah dan seluruh guru SMP 2 Salatiga mengaku kecewa dan sangat menyayangkan, bila Janitra Muriza Lathifah, lulusan terbaik dengan nilai ujian nasional (UN) tertinggi di Kota Salatiga (387,5), tidak diterima di SMA 1 Salatiga.

Tidak lolosnya Janitra di SMA Favorit tersebut menjadi duka mendalam bagi SMP 2 yang selama ini telah melaksanakan program terbaik mereka, sehingga meloloskan siswa berprestasi seperti Janitra. Saat UN lalu Janitra meraih nilai sempurna (100) untuk mata pelajaran (mapel) matematika, bahasa Inggris (94), bahasa Indonesia (96), dan IPA (97,5).

Kepala SMP 2 Salatiga, Suhirman, didampingi Waka Kurikulum Dwi Cahyo, mengaku prihatin terhadap kondisi saat ini. Meskipun diakuinya proses penerimaan siswa SMA melalui Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB)sudah diatur Dinas Pendidikan Provinsi, namun tidak lolosnya Janitra membuat SMP 2 kecewa.

“Kami sangat sangat prihatin terhadap keadaan sekarang ini. Anak kami yang dibanggakan dengan lulus UN tertinggi di Salatiga, tidak diterima di SMA Favorit di Kota Salatiga,” ungkap Suhirman, kemarin.

Diakuinya, Janitra merupakan siswa dari luar kota yang tinggalnya di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Daerah tersebut berbatasan dengan Kota Salatiga dan hanya dibatasi oleh jalan.

Namun, tidak ada kesempatan bagi lulusan yang sudah tiga tahun ini didik SMP 2 dan kini menjadi alumni untuk mendapat sekolah di SMA favorit. ”Dia telah membanggakan Kota Salatiga sebagai perain UN tertinggi, tetapi dihempas hanya karena berasal dari luar kota,” ungkap Suhirman.

Atas persoalan tersebut, Suhirman mengaku para guru telah meminta klarifikasi ke SMA 1 atau SMA 3 Salatiga yang pernah didaftar Janitra, tetapi diperoleh jawaban bila sistem PPDB yang ada sekarang ini, dimungkinkan Janitra dihempas karena keterbatasan kuota bagi siswa dari luar kota.

Diterangkannya pula, dirinya dan pihak panitia tidak berbuat banyak karena sistem tersebut berasal dari pusat dan panitia hanya sebagai pelaksana saja.

Sementara itu Janitra Muriza Lathifah, peraih nilai UN tertinggi di Kota Salatiga (387,5) hingga berita ini ditulis tidak bisa ditemui. Sejak dinyatakan tidak lolos proses PPDB online di SMA 1 Salatiga, dia langsung mengurung diri di kamarnya. [sm(Surya Yuli P / CN26 / SM Network)

Loading...
Loading...