Home Berita Jokowi Dibilang Diktator, Megawati: Berhadapan Secara Jantan, Beraninya Bully di Medsos

Jokowi Dibilang Diktator, Megawati: Berhadapan Secara Jantan, Beraninya Bully di Medsos

16

Gema Rakyat – Presiden Joko Widodo beberapa minggu terakhir banyak dibicarakan orang karena dianggap diktator. Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden bidang Pemantapan Ideologi Pancasila Megawati Soekarnoputri minta pembuktiannya kalau Jokowi memang diktator.

Megawati menyebut bahwa Jokowi orang yang baik. Ia pun menantang agar orang yang menyebut Jokowi diktator untuk bertemu langsung dengan mantan Wali Kota Solo itu.

“Pak Jokowi dibilang diktator, orang yang ngomong itu ayo sanggup membuktikan kediktatoran Pak Jokowi apa?” kata Megawati dalam acara Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Kompleks Istana Kepresidenan, Jawa Barat, Sabtu (12/8).

“Pak Jokowi sekarang kan lagi dikatakan, Pak Jokowi itu diktator. Nah, bilang ‘Pak saya mau ketemu Bapak sebagai presiden berhadap-hadapan jantan’. Kalau sekarang kan orang nge-bully orang beraninya itu kan di medsos” lanjut dia.

Megawati kemudian menjelaskan, sebetulnya bila tidak suka dengan seseorang sebaiknya langsung dibicarakan. Jangan menjelekkan di belakangnya.

“Saya sering panggil orang yang enggak suka sama saya. Lalu ajak ke ruangan. Begitu tertutup saya tanya, ‘kenapa kamu nggak suka sama saya? Saya nggak makan orang kok ya. Karena Ibu kan gini-gini. Oke, terus apalagi?” ucap Megawati Soekarnoputri.

Megawati menyampaikan bahwa ketika Jokowi menjadi Wali Kota Solo, ia dengan langsung menyaksikan Jokowi memberi makan 57 kali masyarakat di kota itu.

“Sampai saya aja yang ngikutin aja deh, apa pun nggak bosan-bosan ya,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo merespons kritikan soal diktator dengan jenaka. Jokowi menanyakan langsung apakah wajahnya memang diktator. Hal itu menurut Jokowi, karena pada awal kepemimpinannya banyak yang menyebut dia Presiden ndeso dan klemar-klemer.

“Ya memang tidak ada. Yang pertama saya ingin sampaikan ya, awal-awal kan banyak yang menyampaikan, katanya saya kan ndeso, gitu ya. Ada yang menyampaikan itu, presiden ndeso, presiden klemar-klemer tidak tegas. Eh, begitu kita menegakkan UU (Ormas) balik lagi, loncat menjadi otoriter, menjadi diktator. Yang benar yang mana? Yang klemar-klemer, yang ndeso atau yang diktator, atau yang otoriter?” kata Jokowi di Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/8). [Gema Rakyat / kc]

Loading...