Presiden, Kapolri dan Kepala BIN Harus Mundur Jika Gagal Usut Pembacokan Saksi Habib Rizieq

Gema Rakyat – Presiden wajib perintahkan Kapolri dan juga Kepala BIN untuk melacak sampai dapat, pelaku pembacokan saksi meringankan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Hermansyah.

Jika tidak, ini adalah kegagalan Presiden, Kapolri dan juga Kepala BIN dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Begitu dikatakan pengamat Politik Muslim Arbi kepada Kantor Berita RMOL Jakarta, Senin (10/7).

“Polisi jagan terburu-buru simpulkan ini kasus kriminal biasa. Cuma senggolan mobil di tol. Kenapa senggolan mobil lalu di dalam mobil sudah disediakan golok dan sebagainya sebagai alat pembacok? Apakah semua pengendara mobil di tol sehari-harinya bawa golok dan senjata tajam,” kata Muslim.

Dia mempertanyakan, sudah sedemikian parahkah rasa keamanan bagi masyarakat? Sehingga setiap keluar rumah dan masuk tol harus bawa senjata tajam? Dan apakah setiap senggolan di tol harus dihadapi dengan cara pembacokan? Lalu apa peran polisi dan polisi lalu lintas yang sering patroli di jalan raya dan di tol?

Muslim menilai, polisi terlalu cepat menyimpulkan bahwa kejadian pembacokan Hermansyah, ahli IT UGM angakatan 89 ini adalah kriminal biasa dan sekedar kejadian senggol mobil biasa di jalan Tol.

Loading...