Terjebak Oleh Pencitraan Sendiri

Gema Rakyat – “TERJEBAK OLEH PENCITRAAN SENDIRI”

Kata istana bapak presiden membayar sendiri biaya perjalanan keluarganya. Pihak istana memberikan klarifikasi atas pemberitaan bahwa Jokowi menggunakan anggaran negara untuk keluarga besarnya saat kunjungan kenegaraan ke Jerman dan Turki.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Sebagai seorang yang selalau membicarakan Jokowi…sedikitpun saya gak mempermasalahkan keluarga Jokowi naik Gatot kaca RI 1. Saya hanya ingin mencocokkan perkataan Jokowi tentang efisiensi yang ia banggakan dan yang d sanjung pendukung Jokowi.

Kalau memang memakai biaya pribadi, kenapa Jokowi tidak mempersilahkan anggota keluarganya naik pesawat komersil dengan layanan first class dan kemudian bertemu di Turki atau Jerman. Palingan, satu orang habis 50-100 juta buat pesawat.

Kenapa juga harus MENUMPANG Gatot kaca? Bahasa menumpang itu artinya, ada keinginan GRATIS atas tumpangan yang dia pakai. Ketika anggota keluarga Jokowi menumpang disana tanpa ada kepentingan sedikitpun dengan urusan negara, disitulah pertanyaan muncul.

Kalau keluarga Jokowi menggunakan Garuda Indonesia atau Qatar air dalam perjalannya, mungkin kita akan fine2 aja dan tepok tangan atas keterangan Seskab istana. Beda saat mereka NUMPANG Gatot kaca, trus Seskab bicara bayar sendiri. Ini mekanisme pembayaran pribadinya kemana? Sistim rembusement kah atau potong gaji..? Dan siapa yang membuat kalkulasi biaya pesawat Gatot kaca itu?

Sudahlah, akui saja kalau kejadian ini adalah kesalahan yang memang tidak bisa di sembunyikan lagi. Jabatan presiden itu melekat pada Jokowi selama 24 jam, pengamanan juga demikian baik pada diri presiden maupun pada anggota keluarganya . Kalau presiden boleh membawa keluarga bepergian kenapa juga harus ada PEMBELAAN DIRI MEMBAYAR SENDIRI..?

Soeharto, SBY dan Soekarno bisa membawa keluarga mereka tanpa ada yang nyinyir karena pada awal mereka menjabat tidak ada koar hidup sederhana dengan efisiensi dan juga keluarkan aturan pejabat publik lakukan perjalanan dinas tidak boleh rombongan besar. Walupun konteks kunjungan SBY dan Soeharto bukanlah acara resmi kenegaraan dimana ada pertemuan dengan pimpinan negara yang dituju.

Soeharto dalam masa berobat ke Jerman, logikanya ada keluarga yang menemani berobat, itu wajar toh. SBY dalam rangka menerima penghargaan di london, dimana disana ada sesi foto bersama keluarga. Lazimnya sebuah prestasi, maka ada orang dekat menemani. Seperti wisuda sarjana, ada keluarga yang datang menemani. Wajar toh..?

Jokowi bertemu Erdogan dan juga hadiri KTT G-20, urgensinya membawa anak balita dan vlogger macam Kaesang serta pembuat martabak dalam acara itu apaan..?

Loading...