Ulama Turki Kutuk Penutupan Al-Quds Oleh Israel

Gema Rakyat – Ulama terkemuka Turki Syaikh Prof. Dr. Mehmet Gormez mengutuk keras penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel terhadap umat Islam.

“Tidak ada alasan yang sah untuk menutup Masjid seperti Al-Aqsa kepada orang-orang beriman [mukminin] pada hari Jumat,” kicau Mehmet Gormez melalui akun Twitternya, dikutip dari Anadolu.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Kementerian Luar Negeri Turki juga mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan: “Kami menyesalkan insiden tersebut dan atas hilangnya nyawa yang terjadi pagi ini di Al-Haram Al-Sharif [Al-Aqsa].”

Kementerian tersebut mengatakan: “Merupakan kewajiban kemanusiaan dan hukum untuk menghormati kesucian dan status historis tempat-tempat keagamaan di Yerusalem Timur yang diduduki Israel, terutama Al-Haram Al-Sharif [Al-Aqsa].”

“Dalam kerangka ini, Al-Haram Al-Sharif harus dibuka untuk [jamaah muslim] melalui pencabutan segera larangan masuk yang diberlakukan oleh Israel dan ketenangan harus dicapai sesegera mungkin,” tambah pernyataan Kemlu Turki.

Pada hari Jumat (1407), Polisi Israel menembak mati 3 warga Palestina setelah sebuah serangan bersenjata merenggut nyawa 2 petugas Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa.

Menurut sebuah pernyataan Kepolisian Israel, warga Palestina menembaki petugas Israel di Gerbang Singa (Bab Al-Asbat) Kota Tua Yerusalem.

Warga Palestina melarikan diri dari tempat kejadian menuju kompleks Masjid Al-Aqsa, dan baku tembak terjadi antara mereka dan polisi Israel.

“Dua petugas polisi terluka parah dan kemudian tewas karena luka-luka yang dideritanya di rumah sakit Israel, sementara petugas ketiga terluka oleh pecahan peluru dan berhasil selamat,” kata polisi.

MenurutKepolisian Israel, 3 warga Palestina tersebut diidentifikasi sebagai Mohammed Ahmad Jabarin, 29 tahun, Mohammad Hamed Jabarin, 19 tahun, dan Mohammad Ahmad Jabarin, 19 tahun, dari kota Arab Umm Al-Fahm di Israel Utara.

Setelah serangan tersebut, Polisi Israel menyisir Masjid Al-Aqsa dan menutupnya bagi umat Islam.

Juru bicara Perdana Menteri Israel, Their Gendelman, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa sebuah keputusan mengenai Masjid Al-Aqsha akan diumumkan pada hari Ahad (16/07), dalam pertemuan kabinet.

Gendelma mengatakan penyelidikan terus berlanjut, mengisyaratkan bahwa situs suci umat Islam tersebut dapat ditutup sampai hari Ahad (16/07).[Nge]

Loading...