Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Sembarangan Bermain Petasan

  • 2 min read
  • Jun 05, 2021
Tidak Boleh Sembarangan Bermain Petasan

Permainan petasan kelihatannya cukup digemari di Indonesia utamanya oleh anak-anak. Bermain petasan, Sebenarnya oke-oke saja untuk sekedar have fun. Setiap orang juga tentunya punya cara tersendiri untuk bersenang-senang dengan melakukan aktivitas yang menurut orang lain mungkin menganggap unfaedah. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Seringkali permainan petasan cukup mengganggu dan merugikan orang lain. Tentu hal seperti itu tidak bisa dibenarkan.

Tidak cukup sampai di situ, bermain petasan juga bisa melukai diri sendiri. Tidak sedikit kasus orang bermain petasan dan berujung petaka, dari luka-luka hingga merenggut nyawa. Ternyata banyak hal negatif dari bermain petasan. Berikut adalah tiga masalah yang ditimbulkan dari bermain petasan.

1. Bermain petasan menyisakan sampah

Di tempat tinggal saya, pada bulan puasa, lapangan menjadi tempat favorit untuk bermain petasan di pagi hari setelah shubuh. Bisa jadi karena di sana orang bisa bebas bermain petasan tanpa harus mengganggu istirahat orang lain. Coba kalau bermain petasan di halaman rumah, entah itu rumah sendiri, rumah teman atau rumah tetangga, bisa-bisa dimarahin sama orang lain.

Meskipun demikian,bermain petasan di lapangan tetap saja menimbulkan masalah. Bagaimana tidak, orang-orang dari arah barat dan timur berbondong-bondong mendatangi lapangan hanya untuk bermain petasan. Berapa biji petasan yang diledakkan, berapa banyak orang yang bermain petasan, dan berapa hari bermain petasan yang dilakukan setiap pagi. Sampah lah yang mereka sisakan di lapangan. Entah masalah sampah ini menjadi tanggung jawab petugas kebersihan atau menjadi tanggung jawab masing-masing orang yang bersangkutan.

Ada peristiwa yang membuat saya tercengang yaitu dulu waktu masih sekolah, saya ikut upacara kemerdekaan tanggal 17 agustus di lapangan dan kebetulan waktu itu bulan puasa, saya melihat banyak sekali sampah petasan berserakan di lapangan yang belum dibersihkan. Lapangan yang seharusnya terlihat seperti hamparan hijau rumput, malah terlihat hamparan putih karena kertas-kertas sisa petasan. Saya jadi malu sendiri melihat sampah petasan di lapangan saat upacara.

2. Bermain Petasan Mengganggu Orang lain

Kamu tentunya gak mau kan, saat pikiran lagi pusing dan ingin beristirahat tiba-tiba dikejutkan dengan suara dar der dor atau suara wussshhh Zummmm pretet pretet pretet atau suara lain yang memekakkan telinga.

Petasan mengganggu orang yang lagi tidur, mengganggu orang yang lagi lagi kerja, mengganggu orang lagi mengaji, yang pasti banyak orang tidak suka diganggu dengan suara petasan.

Ngeselinnya, jika ada yang marah, anak-anak yang bermain petasan, bukannya berhenti bermain petasan, tetapi malah pindah ke tempat lain yang orangnya tidak memarahi meskipun terganggu. Dulu saya kesal, kenapa ada anak-anak yang kalau mau bermain petasan, mainnya harus disamping rumah saya padahal anak-anak itu rumahnya di daerah sana. Mungkin karena bermain di sekitar rumah mereka sendiri mereka kena marah sedangkan kalau mainnya di sini nggak ada yang marahin. Gini deh, mentang-mentang gak ada yang marah.

3. Bermain petasan bisa menimbulkan petaka

Ini adalah dampak yang paling berbahaya dari bermain petasan. Sudah banyak kasus orang bermain petasan yang berakhir tragis. Coba cari sendiri berita tentang kasus petasan yang satu ini.

Artikel ini bermaksud sebagai media edukasi saja agar kita tidak bermain petasan secara sembarangan. Syukur-syukur kegiatan bermain petasan ini ditinggalkan karena cukup berbahaya. Pembaca yang saya hormati dan yang saya cintai mungkin Anda bukanlah orang yang suka bermain petasan atau orang yang bermain petasan. Namun bagaimana orang di sekitar Anda? Alangkah baiknya jika kita mendidik anak-anak kita atau adik-adik kita agar menjauhi petasan.