Mungkin Anda sering mengalami gejala lemah, letih dan lesu meski sudah makan dan tidak sehabis melakukan aktivitas berat? Bisa jadi Anda memiliki anemia yang memberikan gejala tersebut pada diri Anda. Anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah atau hemoglobin dalam darah berada dalam kadar yang rendah sehingga tidak mampu melakukan fungsinya dengan baik. Fungsi hemoglobin sendiri adalah mengantarkan oksigen ke semua organ manusia melalui peredaran darah. Dengan tidak tercukupinya suplay oksigen akibat anemia, tubuh mengalami gejala lemah, letih dan lesu tersebut.

Kadar hemoglobin dalam darah manusia sendiri sebenarnya tidaklah sama antara satu dan lainnya. perhitungannya dapat disesuaikan dengan usia, berat badan, tinggi badan, status kehamilan hingga jenis kelamin. Lalu apa yang menyebabkan terjadinya anemia itu sendiri? Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami penurunan kadar hemoglobin dalam darah:

  • Kurang mengkonsumsi makanan dan minuman yang menstimulasi pembentukan hemoglobin. Makanan tersebut adalah makanan yang mengandung vitamin C, vitamin B12, asam folat dan zat besi.
  • Terjadi pendarahan hebat sehingga volume darah banyak yang terbuang.
  • Memiliki masalah di sumsum tulang belakang dimana sumsum tulang belakang memiliki fungsi memproduksi sel darah. Jenis anemia karena sebab ini disebut sebagai anemia plastik yang bisa disebabkan oleh pengaruh radiasi, obat-obatan dan infeksi virus.
  • Penyakit tertentu yang menyebabkan usia sel darah merah kurang dari seharusnya yaitu 120 hari. Kondisi ini disebut anemia hemolitik. Karena sel darah merah sudah hancur sebelum masa 120 hari dan produksi sel darah merah belum siap menggantikan volume yang hancur tersebut maka tubuh kekurangan hemoglobin.
  • Kondisi tertentu di luar penyakit juga bisa menyebabkan anemia seperti pada ibu hamil dan pasien gagal ginjal.

Selain gejala lemah, letih, lesu, anemia juga bisa menyebabkan gejala lainnya seperti kelopak mata pucat yang sering dijadikan cara untuk mendiagnosa anemia, jantung berdebar tidak menentu, mual, sesak nafas, rambut mengalami kerontokan akibat kurangnya stimulasi, dan menurunnya kekebalan tubuh yang ditandai dengan mudahnya terkena penyakit. Semua gejala ini harus tetap didukung oleh pemeriksaan kadar hemoglobin darah untuk memastikan apakah pasien terkena anemia.

Lalu bagaimana jika Anda terbukti mengidap anemia? Meski gejala anemia termasuk gejala yang sepele, namun bukan berarti Anda boleh memandang ringan penyakit ini. Anemia bisa mengakibatkan seseorang mengalami komplikasi penyakit, mendadak pingsan hingga kematian. Untuk mencegah komplikasi yang serius di masa mendatang, berikut ini adalah upaya mencegah dan mengobati anemia yang bisa Anda lakukan sedari dini:

  • Makan makanan yang mengandung zat besi dengan porsi lebih banyak seperti sayur bayam, kacang, jeruk, pisang, sereal dan susu.
  • Hindari minum teh, kopi, dan soda setelah makan karena akan mengganggu penyerapan zat gizi termasuk zat-zat pembentuk sel darah.
  • Mengkonsumsi suplemen penambah darah yang kaya akan zat besi juga menjadi alternatif pengobatan anemia.
  • Mendapatkan transfusi darah bisa menjadi solusi jika anemia sudah berada di ambang batas kritis.

Pola hidup sehat menjadi kunci agar tubuh Anda terhindar dari anemia. Setelah anemia disembuhkan, jangan lupa lakukan olahraga rutin karena dengan olahraga, lemak dan kolesterol penyumbat pembuluh darah bisa dilunturkan untuk membantu kelancaran proses peredaran darah yang mengangkut oksigen. Anemia bisa datang dan pergi dari tubuh seseorang sehingga membiasakan diri untuk melakukan tindakan pencegahannya harus menjadi kebiasaan Anda dan keluarga.