Home Berita Bikin Malu, Begini Cara Jilat Ludah Sendiri Laman Seword

Bikin Malu, Begini Cara Jilat Ludah Sendiri Laman Seword

73

Gema Rakyat – Laman Seword membuat gaduh bangsa Indonesia dengan menyebut ASU untuk Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga S Uno. Dalam unggahan yang menggunakan foto ilustrasi binatang anjing, Seword mengizinkan penulisnya menghina Majelis Ulama Indonesia dan umat Islam.

Setelah banjir protes di lini masa, Seword melakukan tindakan yang tak kalah memalukannya. Mereka mengubah judul, tautan, dan isi berita tanpa melakukan konfirmasi atau meminta maaf kepada pihak-pihak yang dihina.

Ubah Tautan dan Judul

Tautan sebelum diubah: https://seword.com/alhamdulilah-per-pertengahan-oktober-nanti-asu-memimpin-jakarta/

Loading...

Judul sebelum diubah: Alhamdulilah Per Pertengahan Oktober Nanti ASU Memimpin Jakarta

jilat2 - Bikin Malu, Begini Cara Jilat Ludah Sendiri Laman Seword

Tautan yang sudah diubah: https://seword.com/politik/alhamdulilah-per-pertengahan-oktober-lahir-pemimpin-baru-untuk-jakarta/

Judul setelah diubah: Alhamdulilah Per Pertengahan Oktober Lahir Pemimpin Baru Untuk Jakarta

jilat3 - Bikin Malu, Begini Cara Jilat Ludah Sendiri Laman Seword

Rombak Isi

Mulanya, kalimat pertama dari postingan tersebut melecehkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan menuduh umat Islam sebagai tukang demo.

jilat4 - Bikin Malu, Begini Cara Jilat Ludah Sendiri Laman Seword
Mereka juga melecehkan ajaran Islam dengan mempermainkan hukum halal-haram yang sudah diatur di dalam Al-Qur’an.
Perombakan pun dilakukan untuk menutupi pelecehan yang sudah viral di media sosial ini.
jilat5 - Bikin Malu, Begini Cara Jilat Ludah Sendiri Laman Seword
Ganti Gambar Ilustrasi
jilat6 - Bikin Malu, Begini Cara Jilat Ludah Sendiri Laman Seword
Semula Seword menggunakan gambar binatang anjing (jawa:Asu). Kemduian menggantinya dengan gambar wajah Anies Baswedan-Sandiaga S Uno.
jilat7 - Bikin Malu, Begini Cara Jilat Ludah Sendiri Laman Seword

Jejak Abadi

Seperti paku yang ditancapkan, bekasnya akan tetap ada meski paku sudah dicabut. Apalagi di zaman secanggih ini. Ketika pelecehan dilakukan secara ‘canggih’, pembela kebenaran yang tetap berupaya waras juga mampu bertindak canggih dalam hal kebaikan.[Gema Rakyat / tbc]

Loading...