Home Berita Cerita Heroik “BEM-I” (Barisan Emak-emak Militan Indonesia) “Geruduk” Polisi Jenguk Asma Dewi

Cerita Heroik “BEM-I” (Barisan Emak-emak Militan Indonesia) “Geruduk” Polisi Jenguk Asma Dewi

83

Gema Rakyat – Seorang ibu rumah tangga aktivis Aksi Bela Islam, bu Asma Dewi (52) ditangkap dan ditahan di Polda Metro Jaya dengan tuduhan hatespeech beberapa waktu lalu.

Penangkapan Asma Dewi ini ternyata justru mengundang simpati yang luar biasa dari BEM-I (Barisan Emak-emak Militan Indonesia). Sungguh luar biasa Emak-emak yang kini menggantikan peran mahasiswa yang tak lagi berani menyuarakan kebenaran.

Berikut cerita heroik (gw baca di fb merinding dengan keberanian emak-emak ini), yang dituturkan oleh ibu Nelly Juliana Rosa Ringo, salah satu anggota BEM-I dari Batak kristen Tapanuli Utara (ibu Nelly menyebutnya ‘Barisan Emak-emak Militan Indonesia jong Tapanuli Utara’).

Semangat Emak-emak Militan ini memang lintas suku lintas agama. Jangan coba-coba deh ngelawan emak-emak militan ini, bisa berabe urusan 😀

Loading...

Simak penuturannya ibu Nelly Juliana Rosa Ringo yang diposting di akun fbnya (15/9/2017):

Barisan Emak-emak Militan Indonesia, jong Tapanuli Utara….

Mau cerita pengalaman menjenguk Mba Asma Dewi kemaren di Polda Metro Jaya di bagian tahanan narkoba…Sesampainya di Polda, saya ketemu beberapa orang yang didepan pintu masuk, saya dan Suami saling menyapa mereka, feeling saja meski gak kenal saya rasa mereka juga mau ikut menjenguk Mba Asma masuk kedalam tahanan, begitu kami mendaftar ke meja penjagaan kalo kami mau menjenguk Mba Asma, Polisinya ngomong kalo Mba Asma tidak boleh atau belum boleh dijenguk. Saya tanya kenapa, lalu dijawab Polisi, gak tau Bu, tanya saja sama Penyidiknya, lalu saya tanya lagi, dimana penyidiknya, kata Polisi di BarEskrim…Saya terus aja nanya nama penyidiknya, pangkatnya apa, dlsb, pokoknya intinya bagaimana kami bisa minta ijin masuk menjenguk kedalam tahanan bertemu Mba Asma…

Polisi tetap tidak memberikan kami lampu hijau, dengan berbagai alasan, pokoknya kami tidak diperbolehkan menjenguk Mba Asma…Setelah beberapa saat kemudian banyak teman2 juga yang berdatangan, salah satu dari mereka ada yang sudah menunggu lama dipojok mendengarkan pembicaraan saya dengan Pak Polisi, dia bilang kepada saya, gak bisa masuk Mba, ini saya dari tadi nunggu disini, jagain “gift” dari teman2 untuk Mba Asma, saya juga bingung, gimana caranya masuk, mereka lagi pada ke kantin beli minuman, katanya…

Saya langsung duduk persis disebelah Pak Polisi, saya bilang Pak saya duduk yah, cape berdiri terus, akhirnya saya duduk persis disebelahnya…Temen2 yang juga mau ikut menjenguk Mba Asma langsung ambil posisi disebelah saya…(Makanya ada gambarnya kami semua berfoto sama polisi itu)….

Saya sengaja duduk disebelahnya, biasaaaa maksudnya supaya bisa masuk pake ajian “rayuan” pulau reklamasi, hehehee…Saya yakin itu polisi GR nya setengah mateng…Secara gw gitu loh ratu sejagat yang bening2 duduk disebelahnya, wkwkwkkwk…Laki gw udah tau kalo gw lagi bermanuver…. Heuhehee….Saya bilang, Pak, tolong dong Pak, kasianin kita dong, datang jauh2 masa sih gak dibolehin masuk, asli gw terus rayu dia, by feeling, gw sih yakin dia sebenarnya pengen banget bantu supaya kita semua bisa masuk, tapi yang satunya lagi masih ngotot gak boleh (ada 2 orang polisi dipintu masuk luar)…Dasar najong tralalong…Pengen gw pites tuh yang satunya…

Saya berpikir terus, gimana yah caranya masuk, saya bolak balik mikir, saya keluar sebentar dari pintu masuk tahanan keluar jalanan, ehhh ketemu sama Mba Ira Wt Moerid, waduuuh saya senengnya minta ampun, gak pake a, i, u, e, o, kami langsung berpelukan ala teletubbies dan biasa gak lupa, “cekreeeekkk”, minta difotoin dooonk….Heuehehee….

Saya tanya Mba Ira, Mba ini gimana neh, kita sudah numpuk disini gak dibolehin masuk, Mba Ira jawab, Iya Mba memang gak bisa masuk, tadi Ibu Inge Mangundap udah telpon pengacara Mba Asma juga kok, memang gak bisa, Mba….

Aneeeeh bangettt, kenapa gak bisa dijenguk, emangnya Mba Asma seorang kriminal yang berbahaya sampai2 gak boleh dijenguk…? Yang kami mau jenguk itu Emak2 Ibu RT, bukannya terroris, yaaa kaya Emaknya kamu orang…!!!

Gak lama kemudian dengan terpaksa rombongan Mba Ira dkk semua pulang….Hanya tinggal beberapa dari kami yang tetep belum mau menyerah….Saya gak mau pulang sebelum saya melihat Mba Asma, saya ini orangnya keukeh marikeh…Kalau sudah punya mau, gak ada kata cerita menyerah, sebelum semua usaha dikerjakan….Yang penting kan tujuannya baik, kita mau melihat kawan yang membutuhkan simpati kita kok…

Saya masuk lagi kedalam pintu penjagaan, saya ngomong lagi terus dengan polisinya, asli jengkel dan bawel gw kumat, pokoknya saya ganggu aja terus itu polisinya kerja….

Tiba2 datang segerombolan orang2 satu RT, mereka yang segerombolan itu bilang mau menjenguk tahanan narkoba, ehhh mereka semua yang segambreng begitu gampang bisa masuk kedalam loh..!!!! Gilingaaaan….

Terus ada ide langsung terbesit di otak saya nyeletuk, eh Pak Pol, saya juga mau jenguk si anu juga loh….(soalnya saya denger tuh nama yang mau dijenguk segambreng pengunjung itu)…Jadi saya bisa dong masuk, kan bukan hanya Mba Asma yang mau saya jengukin, tapi si anu juga…Polisi yang tadi duduk disebelah saya jadi senyum2 sendiri sama saya, dia pasti pikir ini Ibu gak ada mateenya….Hahahhaha…

Terus dia berikan jalan kesaya, mungkin karena sudah tersepona kepada saya…(Huahahhaaa)…Polisi itu bilang Bu.., coba Ibu sendiri lapor kedalam, ada Pimpinan saya didalam, biar pimpinan saya aja yang memberikan keputusan….Saya langsung samber idenya…Ok Pak, saya mau Pak, saya mau ketemu dengan pimpinan Bapak yang didalam….Singkatnya akhirnya saya sendiri masuk kedalam, ada 2 orang dimeja itu, yang satu Polisi Perempuan dan satu lagi polisi laki2…

Saya bilang tolonglah Pak, saya sudah lama disini dengan teman2, saya dan teman2 kan bukan hanya mau mengunjungi Mba Asma tapi juga si Anu (yang namanya tadi saya dengar dari pengunjung yang serombongan yang diperbolehkan masuk)….Sorry saya lupa namanya, tapi pada saat itu saya inget sewaktu ngomong sama Pak Polisi didalam….

Akhirnya ngomong punya ngomong dengan Bapak Polisi itu yang didalam, beliau akhirnya memberikan ijin, setelah saya ngomong pake semua strategi ala Sun Tzu, cara baik diplomasi, rayu, pake lah hati nurani Bapak, dlsb.

Begitu dapet lampu hijau dari dalam, saya keluar panggil teman2 yang masih setia menunggu diluar, saya bilang, ayooo kita semua masuk, udah dikasih ijin dari dalam…

Si Polisi yang di depan, gak bisa ngomong apa2 sama saya…Dalam hati gw, hmmm…BATAK dilawan…!!! Batak : Banyak Taktik…Hehehee…

Akhirnya kita semua yang sisa, semuanya masuk kedalam, bertemulah kami dengan Mba Asma….

Puji TUHAN, Alhamdulillah, berkat kegigihan, kita semua yang tinggal diluar dengan sabar, gak sia2 akhirnya kita bisa bertemu dengan Mba Asma, yang bukan sama sekali bukan seorang kriminal/ residivis berbahaya….Dia, Mba Asma hanya seorang Emak2, Ibu Rumah Tangga….

Kejamnya hidup di Indonesia sekarang ini….Semua serba terbalik dan dipersulit, tidak bisa membedakan baju seharusnya dipake dibadan, celana seharusnya dipakai dikaki….!!!!

Jakarta, 15 September 2017

(Nelly Juliana Rosa Ringo)

Sumber: fb
[Gema Rakyat / pi]

Loading...