Home Berita Dalam Dua Minggu, 270 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Banglades

Dalam Dua Minggu, 270 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Banglades

40

Gema Rakyat – Dalam waktu dua minggu, sebanyak 270 ribu Muslim Rohingnya, Myanmar, mengungsi ke Banglade. Demikian pernyataan resmi Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (U.N. High Commissioner for Refugees/UNHCR) tentang warga sipil Myanmar yang mencari perlindungan ke negara tetangga menyusul aksi kekerasan di wilayah Rakhine, Myanmar.

Pada Jumat (8/9/2017), UNHCR mengumumkan lonjakan dramatis jumlah pengungsi yang menyelamatkan diri dari kekerasan. Dua minggu sejak kerusuhan Rakhine pada 25 Agustus, hingga kini sebanyak 270 ribu Muslim Rohingya memutuskan lari ke Banglades guna mencari perlindungan.

“Kami mengidentifikasi lebih banyak orang di daerah-daerah berbeda yang tidak kami ketahui sebelumnya,” kata Vivian Tan, juru bicara UNHCR.

Menurut Vivian, jumlah pengungsi Rohingya sudah sangat mengawatirkan.

Loading...

“Kami harus meningkatkan respons dan bahwa situasi di Myanmar harus segera diatasi,” katanya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Orang-orang Rohingya mulai kembali mengungsi dua pekan lalu setelah pemberontak Rohingya menyerang pos-pos polisi di Rakhine State, memicu serangan balasan militer yang menyebabkan sedikitnya 400 orang tewas.

Amerika Serikat, pendukung utama pemimpin pemerintahan sipil Muanmar Aung San Suu Kyi yang berkuasa di Myanmar sejak tahun lalu, menyatakan bahwa ada keterbatasan pasukan keamanan dan pemerintah Myanmar dalam mengatasi situasi itu.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyampaikan keterangan singkat mengenai kekerasan di Myanmar ke Dewan Keamanan PBB pada Jumat. Rusia dan China tidak mengirim diplomat mereka menurut orang yang ada dalam pertemuan itu.

Myanmar menyatakan bergantung pada China dan Rusia untuk melindungi mereka dari kritik Dewan Keamanan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara dengan Suu Kyi lewat telepon pada Rabu dan menegaskan kembali keprihatinannya mengenai situasi di Rakhine State, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada Reuters.

Sementara itu, satu kelompok hak asasi manusia mengatakan citra satelit menunjukkan sekitar 450 bangunan telah dibakar di satu kota kecil Myanmar, yang kebanyakan penghuninya minoritas Muslim terlihat sebagai bentuk pengusiran.[Gema Rakyat / tsc]

Loading...