Semua orang kemungkinan berpotensi mengalami diabetes melitus, jika mereka tidak menerapkan pola hidup yang sehat. Mereka yang masih anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia bisa saja terserang diabetes. Laki-laki, perempuan, dan ibu yang sedang mengandung pun dapat mengidap diabetes.

Diabetes adalah salah satu contoh penyakit kronis dan berlangsung dalam jangka panjang. Dilansir dari Alodokter, mereka yang sudah memasuki usia 45 tahun sangat rentan terkena diabetes melitus. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka yang berumur belum mencapai 45 tahun juga dapat mengalaminya. Pada beberapa tipe diabetes seperti tipe 1 biasanya akan menyerang anak-anak berusia 4 hingga 7 tahun, lalu pada usia 10 hingga 14 tahun. Sedangkan pada diabetes tipe 2, biasanya menyerang mereka yang berusia di atas 45 tahun. Dan pada saat remaja, biasanya menderita gabungan beberapa diabetes lainnya.

Pada seorang ibu hamil yang diharapkan dapat menjaga kesehatannya pun juga bisa terserah diabetes gestasional. Menurut KlikDokter, diabetes gestasional adalah diabetes yang menyerang ibu hamil saat usia kehamilan mencapai 24 hingga 28 minggu, ditandai dengan gula darah yang tinggi setelah makan. Diabetes ini sangat membahayakan terutama untuk kesehatan janin. Maka, harus segera ditangani oleh ahlinya untuk mencegah komplikasi seperti lahir premature.

Dalam buku yang berjudul Kehamilan, Melahirkan, dan Bayi, dijelaskan bahwa diabetes gestasional adalah tipe diabetes yang tidak ada sangkut pautnya dengan produksi insulin, melainkan kepada perubahan normal pada metabolisme glukosa yang merangsang pertumbuhan janin.

Kebanyakan ibu-ibu yang mengalami diabetes gestasional ini tidak melakukan pengecekan atau berkonsultasi kepada dokter mengenai keluhannya. Hal ini dibuktikan dari penelitian dalam jurnal yang berjudul Hubungan Riwayat Diabetes Mellitus Pada Keluarga Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Gestasional Pada Ibu Hamil di PKM Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado, bahwa wanita dengan diabetes gestasional ini tidak menyampaikan keluhannya dan tercatat ada 369 kunjungan dalam waktu kurang lebih 3 bulan tidak dapat mengidentifikasi adanya ibu hamil yang beresiko terkena diabetes gestasional.

Padahal pengecekan kesehatan selama masa kehamilan adalah wajib. Salah satu tugas pemerintah adalah mencapai poin yang ada di dalam MDGs atau Millenium Development Goals yaitu meningkatkan kesehatan para ibu. Terlebih lagi, Manado merupakan daerah di wilayah Indonesia yang memiliki angka penderita diabetes mellitus tertinggi. Maka dari itu, skrining memang diperlukan untuk mengetahui sedini mungkin resiko terjadinya diabetes gestasional.

Gejala yang biasanya dialami oleh ibu dengan diabetes gestasional adalah sebagai berikut.

  1. Seringnya buang air kecil
  2. Sering merasa haus
  3. Rasa lapar yang dirasakan terlalu sering sehingga ada keinginan untuk makan terus-menerus
  4. Cepat merasa lelah, lemah, dan lesu

Namun, ibu hamil tanpa diabetes gestasional pun juga dapat merasakan gejala-gejala tersebut. Maka dari itu, lebih bagus jika kamu melakukan konsultasi ke dokter, periksa sedini mungkin. Jika kamu memang concern dengan kesehatan, ketika akan berencana hamil pun perlu berkonsultasi dengan dokter. Apalagi jika kamu sudah mengetahui bahwa kamu memiliki riwayat diabetes.

Sebenarnya apa sih penyebab diabetes gestasional? Penyebab dari diabetes gestasional adalah pankreas tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi insulin yang cukup selama masa kehamilan. Ketika seorang ibu tengah mengandung, maka plasenta akan memproduksi berbagai hormon dan terkadang ada beberapa hormon yang dapat menghambat produksi insulin. Nah, di sinilah akan terjadi diabetes gestasional, gula darah ibu hamil pun meningkat.