Home Berita Dituding Curi Bawang Merah, Remaja Cianjur Dipukul Cangkul Hingga Tewas

Dituding Curi Bawang Merah, Remaja Cianjur Dipukul Cangkul Hingga Tewas

79

Gema Rakyat – Kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Cianjur. Seorang anak berusia 14 tahun dihabisi hingga tewas setelah dituding mencuri bawah merah milik tetangganya di Kampung Kawunggading, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku.

Korban adalah Hendra Farida (14) warga Kampung Kawunggading, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku. Sedangkan pelaku diduga adalah seseorang berinisial H. Korban mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Cianjur, Jumat (25/8/2017).

Kejadian inipun menghebohkan warga kampung. Versi keluarga, kejadian tragis itu terjadi pada 23 Juli. Saat itu korban disuruh oleh Ayi pemilik pohon tangkil untuk memetik buahnya. Usai korban selesai memetik tangkil, korban kemudian pulang.

Diperjalanan korban dihadang oleh pria berinisial H, dan dituding mencuri bawah merah yang ada dikebun miliknya. Maklum, H menuding korban adalah pencuri bawang di lahannya, karena tanamannya itu kerap hilang dicuri.

Loading...

Korban lalu dipukul menggunakan cangkul hingga bagian kanan kepalanya mengalami luka.

“Korban kemudian pulang ke ruamh dalam kondisi berdarah. Dia melapor kepada neneknya bahwa dia sudah di pukuli oleh H menggunakan cangkul,” kata paman korban Asep Jalaluddin (65) kepada Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com) di ruang mayat RSUD Cianjur.

Sebelum meninggal, sambungnya, korban hanya dirawat alakadarnya, karena keluarga korban merupakan warga miskin, sehingga tidak mampu berobat. Lama-kelamaan luka itu semakin parah hingga akhirnya korban tak bisa tertolong lagi.

“dan akhirnya tak tertolong,” katanya.

Dia akan berkonsultasi dengan keluarga untuk membawa persoalan itu, agar diproses secara hukum. “Saya mendorong agar kasus ini dilaporkan ke polisi,” katanya.

Sementara itu, Aminah ibu angkat korban menambahkan, bahwa anaknya itu mengaku diintimidasi, agar pemukulan itu tidak dilaporkan, padahal korban mengamali luka dalam serius yang menyebabkannya meninggal dunia.

“Sebelum meninggal anak saya curhat kepalanya dipukul orang (H, red), tapi karena diancam agar tidak cerita, anak saya diam saja,” ujar ibunda korban Aminah (44) kepada Radar Cianjur.

Aminah menjelaskan, saat itu anaknya tiba ke rumah dalam kondisi yang memperihatinkan. Ada luka dibagian kepala dan lecet-lecet dibagian tangan.

“Ternyata anak saya dianiaya sesorang, bagian kepalanya dipukul hingga mengalami luka,” ujarnya sambil menangis histeris di ruang forensik.

Kemarin itu, korban tiba-tiba mengerang menahan rasa sakit dibagian kepalanya tak seperti biasanya. Akhirnya, Aminah membawa anaknya ke RSUD untuk diperiksa.

“Anak saya sempat dirawat sebentar di RSUD tapi tak lama dia langsung meninggal dunia,” katanya di ruang forensik.

Kepala Forensik RSUD Cianjur, Dendi menjelaskan, hasil otopsi korban mengalami luka robek dibagian kanan belakang kepala, telinga kanan, luka lecek di siku kiri dan pinggan kiri dan kanan.

“Ada indikasi korban dianiaya, karena lukanya akibat benda tajam,”pungkasnya.[psid]

Loading...