Home Berita Djarot Dinilai Tak Dewasa Berpolitik Jika Tak Hadiri Paripurna Pertama Anies-Sandi

Djarot Dinilai Tak Dewasa Berpolitik Jika Tak Hadiri Paripurna Pertama Anies-Sandi

49
Loading...

Gema Rakyat – Isu Djarot Saiful Hidayat tak mau menghadiri paripurna Anies-Sandi di DPRD usai pelantikan, membuat tak nyaman. Kabar itu beredar di lingkungan DPRD DKI sejak awal pekan ini, dan jadi bahan pembicaraan.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia Reza Haryadi mengatakan, sebaiknya Djarot hadir sebagai wujud penghargaan terhadap proses estafet kepemimpinan, yang telah berjalan secara konstitusional dan demokratis.

Selain itu, kata Reza, kehadiran Djarot juga akan memberikan sinyal politik positif bagi upaya membangun soliditas dan sinergi antar-kekuatan politik, bagi pemerintahan DKI Jakarta yang baru.

“Kan sebelumnya sempat terfragmentasi saat pilgub yang lalu. Jadi baik sekali kalau Pak Djarot berkenan hadir,” kata Reza ketika dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (12/10/2017).

Lagi pula, apabila Djarot benar-benar tak hadir, justru menampakkan ketidakdewasaan dalam berpolitik bagi Djarot.

“Kalau Pak Djarot tidak hadir, nanti bisa dipersepsikan seolah-olah ada friksi dan ketidakdewasaan dalam berpolitik, karena kurang legowo menerima kekalahan saat bersaing dalam Pilgub,” ujar Reza.

Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI Jakarta Muhamad Mawardi, mengaku belum tahu terkait rencana Djarot tak akan hadir di paripurna pertama Anies-Sandi pada Senin (16/10/2017) pekan depan.

Paripurna di DPRD akan diadakan setelah acara pelantikan di Istana Presiden, Senin pekan depan.

Tapi, berdasarkan jadwal acara di BalaiKota DKI usai pelantikan, Djarot memang sudah meninggalkan Balai Kota sebelum paripurna di DPRD DKI.

“Jadi nanti habis serah terima kan Pak Djarot diantar Pak Anies-Sandi ke pendopo. Di pendopo Pak Djarot sudah ditunggu mobil dan langsung meninggalkan Balai Kota,” papar Mawardi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (12/10/2017).

Setelah itu, Mawardi tak tahu Djarot ke mana. Sebab, sejak itu Djarot sudah menjadi warga biasa.

Tapi, kata Mawardi, biasanya pihak Sekretaris DPRD DKI Jakarta mengundang mantan gubernur yang baru lengser, di paripurna pertama pemimpin baru.

“Biasanya sih diundang. Dan nanti hadir lagi di acara paripurna sebagai warga biasa,” ucap Mawardi.

Sementara itu pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2018-2022 yang diagendakan pada Senin (16/10/2017) mendatang diungkapkan Anies Rasyid Baswedan bakal dilanjutkan dengan pesta di Balai Kota.

Pesta berupa syukuran itu katanya menjadi pertanda untuk mulai membangun Ibukota.

“Kita jangan syukuran boleh-boleh saja, tapi Pilkada sudah selesai kemarin dan sekarang ini selamatan di mana memasuki untuk memulai babak baru amanat baru dan kita mulai dengan mendoakan,” kata Anies Baswedan usai fitting baju di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (12/10/2017).

“Jadi selametan ini tradisi Nusantara agar kita memulai sesuatu yang baru ini dengan berdoa, dengan mengadakan kegiatan, semoga Allah yang maha kuasa memudahkan. Bukan berbeda tapi saya melakukan agar penamaannya lebih pas aja,” ujar Anies Baswedan.

Anies Baswedan mengungkapkan, jika biaya syukuran seluruhnya berasal dari sumbangan masyarakat serta relawan Anies-Sandi.

Sebab, pihak protokoler Pemprov DKI Jakarta hanya menyiapkan sebuah panggung dan beberapa sarana lainnya.

“Kebanyakan (dana syukuran) dari warga, karena yang disiapkan hanya panggung, (kebutuhan lainnya) semua yang saweran (patungan), termasuk semua relawan relawan,” kata Anies Baswedan.

Lebih lanjut Anies Baswedan mengatakan, proses pelantikan akan dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia (RI) di Istana Negara pada sekitar pukul 16.00 WIB, selanjutnya rombongan akan menuju Balai Kota sekitar pukul 17.30 WIB.

Sesampainya di Balai Kota, serah terima jabatan katanya langsung dilakukan, sebelum akhirnya istirahat untuk shalat Maghrib pada sekira pukul 18.00 WIB.

“Lalu jam 19 dilanjutkan Sidang Paripurna DPRD dan setelah sidang Paripurna selesai, sekitar jam 21.00 WIB dilanjutkan dengan acara bersama rakyat. Warga ada di Balai kota sesuai dengan kemauan mereka. Tapi kita bersyukur bahwa acaranya di sore hari sehingga lebih sejuk. Banyak warga yang mau datang dengan suasana sore, jadi tidak panas,” ujar Anies Baswedan.

Terkait pesta rakyat tersebut, dirinya berharap agar masyarakat dapat tertib dan tidak membawa berbagai macam atribut.

Anies Baswedan berharap agar masyarakat berdoa agar perjalanan dirinya bersama Sandi dalam membangun Ibu Kota dimudahkan ke depannya.

“Yang penting tertib, rapi, jangan bawa atribut macam-macam. Kita semua datang mau selametan, mau mendoakan dan kita ingin agar ini menjadi selametan buat semuanya. Kita ingin agar perjalanan Jakarta lebih baik,” kata Anies Baswedan.[Gema Rakyat / tnc]

Loading...