Home Politik Hujat Poligami Ustadz Arifin Ilham, Gerombolan Liberal Diam Dan Bela Pemerkosa Sitok...

Hujat Poligami Ustadz Arifin Ilham, Gerombolan Liberal Diam Dan Bela Pemerkosa Sitok Srengenge

42

Gema Rakyat – Gerombolan liberal seperti Guntur Romli, Zuhairi Misrawi, Ayu Utami diam bahkan membela kelakuan bejat penyair Sitok Srengenge yang memperkosa mahasiswi Universitas Indonesia (UI).

Sitok Srengenge yang bekerja di Salihara mendapat pembelaan teman-temannya seperti Ayu Utami bahkan Nong Darol Mahmada.

Ayu Utami, penulis yang juga kurator Komunitas Salihara, menulis dalam blog-nya bahwa pada kasus Sitok, kita belum tahu apakah pemaksaan dalam makna tradisional memang terjadi.

“Tapi, dugaan bahwa ada hubungan seks yang tidak adil, tidak ditunaikan dengan cara-cara apik dan manusiawi―dan karenanya menjadi tidak menyenangkan, bahkan terasa cabul―sah sebagai kasus hukum. Kita tidak bisa lagi berlindung di balik ‘suka sama suka’. Itu pandangan yang terlalu sempit,” ungkap Ayu, dalam tulisan berjudul “Mengapa Kita Tak Pantas Lagi Bilang ‘Suka sama Suka’”.

Loading...

korban-korban pelecehan dan asusila yang dilakukan penyair Sitok Srengenge (46) mulai bermunculan. Setelah korban berinsial RW (22), kini muncul korban kedua.

Diduga, Sitok yang nama aslinya Sitok Sunarto menggunakan taktik yang sama, di mana korban dikasih minuman beralkohol. Korban kedua berhasil menghindari pemerkosaan, tapi mengalami depresi, demikian disampaikan Saras Dewi, dosen UI dan konselor korban yang hamil.

“Korban terakhir [korban kedua, red] mengatakan kepada saya bahwa Sitok menggunakan taktik yang sama untuk menjebaknya melakukan hubungan seksual. Sitok mengundangnya ke ruangannya untuk proyek kesenian tetapi kemudian memberikannya minuman beralkohol dan mulai menyentuhnya,” kata Saras Dewi, seorang dosen UI dan konselor gadis pertama (yang hamil) kepada The Jakarta Post Selasa (03/12/2013).

Pihak kepolisian pun menghentikan kasus pemerkosaan Sitok.

Saat itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto mengatakan, tidak dilanjutkannya perkara ini karena kepolisian bakal memberlakukan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara).

“Rencananya dalam minggu ini akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu,” ujar Rikwanto, Selasa (9/9/2014).

sn

Loading...