Home Berita Ibu Negara Turkey Jauh-Jauh Berkunjung ke Myanmar, Ibu Negara RI Kapan?

Ibu Negara Turkey Jauh-Jauh Berkunjung ke Myanmar, Ibu Negara RI Kapan?

79

Gema Rakyat – Muncul pertanyaan dari Netizen, Ibu Negara Turkey yang lebih jauh dari Myanmar saja sudah berkunjung, lalu kapan Ibu Negara RI berkunjung ke Myanmar?

Ya pertanyaan itu muncul setelah diketahui bahwa Ibu Negara Turkey berkunjung ke Myanmar yang disambut dengan haru tangis.

Sedangkan Indonesia, sampai saat ini, dengan lokasi yang lebih dekat, jangankan Ibu Negara, Presiden saja tidak berkunjung.

Indonesia baru sebatas mengutus Menteri Luar Negeri nya ke Myanmar. Ya, daripada tidak sama sekali.

Loading...

Berikut berita mengenai kunjungan Turkey ke Myanmar

Ibu Negara Turki datang ke pengungsian Rohingya dan memberi bantuan. Ibu Negara RI kapan?

Опубліковано Johan Khan 7 вересня 2017 р.

Pertanyaan tersebut sontak dijawab oleh netizen lain dengan menyebut, Ibu Negara akan berkunjung saat pemilihan presiden saja.

Ya kita tunggu kontribusi lebih Presiden untuk tragadi pemusnahan massal di Rohingya

——-

Pecah Tangisan, Ibu Negara Turki Temui Pengungsi Muslim Rohingya

Ibu Negara Turki Emine Erdogan menyalurkan langsung bantuan ke pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh, Kamis (7/9/2017).

“Sangat tidak mungkin kita tidak tersentuh dengan hal ini sebagai manusia. Saya berharap dunia segera memperhatikan bantuan bagi Roingya baik dari segi politik dan kemanusian,” kata Emine saat memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya di Kutupalong.

Bedasarkan data dari PBB, sebanyak 164.000 pengugsi telah menyeberangi perbatasan Myanmar sejak militer myanmar dan para Biksu melakukan kekerasan pada 25 Agustus lalu.

Pada hari Selasa, Myanmar setuju untuk mengizinkan Badan Koordinasi dan Bantuan Turki memasuki negara bagian Rakhine untuk memberikan 1.000 ton bantuan.

Menteri Luar Negeri Turki Cavusoglu mengatakan pemerintah Turki ingin menunjukan kepada dunia tentang kejadian yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berjanji untuk membawa penderitaan Muslim Rohingya ke Majelis Umum PBB pada 19 September.

Hingga saat ini, Bangladesh telah menjadi tuan rumah sekitar 400.000 pengungsi Rohingya.

Etnis Muslim Rohingya digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia sejak 2012. Mereka diburu dan dibunuh oleh militer dan para biksu di Myanmar.

PBB mendokumentasikan perkosaan kelompok massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal yang dilakukan oleh petugas keamanan dan biksu Myanmar.

Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa ada pelanggaran dan kejahatan kemanusiaan di Myanmar.[ts/fatur]

Loading...