Home Dunia Islam Inilah 11 Keutamaan Al-Qur’an

Inilah 11 Keutamaan Al-Qur’an

68
Loading...

 

Keutamaan Al Quran – Al-Qur’an adalah Sinar Cahaya yang juga akan menerangi perjalanan hidup seseorang hamba serta membimbingnya menuju keselamatan yaitu sinar al-Qur’an serta sinar iman.

Keutamaan Al Quran

1. Al-Qur’an yaitu Cahaya

Sinar yang juga akan menerangi perjalanan hidup seseorang hamba serta membimbingnya menuju keselamatan yaitu sinar al-Qur’an serta sinar iman. Keduanya digabungkan oleh Allah ta’ala didalam firman-Nya (yang berarti), “Dahulu anda -Muhammad- tidak ketahui apakah itu al-Kitab serta apa juga iman, walau demikian lantas Kami menjadikan hal tersebut jadi sinar yang dengannya Kami juga akan memberi panduan siapapun diantara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki. ” (QS. asy-Syura : 52)

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Wahai umat manusia, benar-benar sudah datang pada kalian info yang pasti dari Rabb kalian, serta Kami turunkan pada kalian sinar yang terang-benderang. ” (QS. an-Nisaa’ : 174)

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Allah yaitu penolong untuk beberapa orang yang beriman, Allah keluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju sinar, mengenai beberapa orang kafir itu penolong mereka yaitu thoghut yang keluarkan mereka dari sinar menuju kegelapan-kegelapan. ” (QS. al-Baqarah : 257)

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Dan apakah orang yang udah mati lantas Kami hidupkan serta Kami berikan dia sinar yang membuatnya bisa jalan di tengahnya orang banyak, sama juga dengan orang yang ada dalam kegelapan, hingga dia tidak bisa keluar darinya? Sekianlah jadikan merasa indah untuk beberapa orang kafir pada apa yang mereka lakukan. ” (QS. al-An’aam : 122)

2. Keutamaan Al-Qur’an sebagai Panduan

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Alif lam mim. Berikut Kitab yang tidak ada sedikit juga kesangsian kepadanya. Panduan untuk beberapa orang yang bertakwa. ” (QS. al-Baqarah : 1-2).

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Sesungguhnya al-Qur’an ini memperlihatkan pada masalah yang lurus serta memberi berita senang untuk beberapa orang yang beriman yang kerjakan amal salih sebenarnya mereka juga akan mendapat pahala yang amat besar. ” (QS. al-Israa’ : 9).

Oleh karenanya merenungkan ayat-ayat al-Qur’an adalah pintu gerbang hidayah untuk golongan yang beriman. Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Ini yaitu satu kitab yang Kami turunkan padamu penuh dengan barokah, supaya mereka merenungi ayat-ayatnya serta agar memperoleh pelajaran beberapa orang yang memiliki fikiran. ” (QS. Shaad : 29).

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Apakah mereka tidak merenungi al-Qur’an, atau mungkin pada hati mereka itu ada gembok-gemboknya? ” (QS. Muhammad : 24).

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Apakah mereka tidak merenungi al-Qur’an, kalau ia datang tidak dari bagian Allah pastinya mereka juga akan temukan di dalamnya banyak perselisihan. ” (QS. an-Nisaa’ : 82)

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Maka barangsiapa yang ikuti panduan-Ku, pasti dia tidak juga akan sesat serta tidak juga celaka. ” (QS. Thaha : 123).

3.  Keutamaan Al-Qur’an sebagai Rahmat serta Obat

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Wahai umat manusia! Benar-benar sudah datang pada kalian saran dari Rabb kalian (yakni al-Qur’an), obat untuk penyakit yang berada di dalam dada, hidayah, serta rahmat untuk beberapa orang yang beriman. ” (QS. Yunus : 57). Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Dan Kami turunkan dari al-Qur’an itu obat serta rahmat untuk beberapa orang yang beriman. Walau demikian ia tidak menaikkan untuk beberapa orang yang zalim tidak hanya kerugian. ” (QS. al-Israa’ : 82)

Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Sesungguhnya al-Qur’an itu memiliki kandungan pengetahuan yang amat memberikan keyakinan yang dengannya juga akan lenyap semua kerancuan serta kebodohan. Ia juga memiliki kandungan saran serta peringatan yang dengannya juga akan lenyap semua hasrat untuk menyelisihi perintah Allah. Ia juga memiliki kandungan obat untuk tubuh atas derita serta penyakit yang menimpanya. ” (saksikan Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 465 cet. Mu’assasah ar-Risalah)

4. Keutamaan Al-Qur’an dan Perniagaan Yang Tidak Juga akan Merugi

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Sesungguhnya beberapa orang yang membaca Kitab Allah serta membangun sholat dan menginfakkan beberapa rizki yang Kami beri pada mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan, mereka mengharapkan juga akan sebuah perniagaan yang tidak juga akan tidak untung. Agar Allah sempurnakan balasan buat mereka serta Allah berikan keutamaan-Nya pada mereka. Sebenarnya Dia Maha Pengampun sekali lagi Maha Berterima kasih. ” (QS. Fathir : 29-30)

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Wahai beberapa orang yang beriman maukah Saya perlihatkan pada kalian sebuah perniagaan yang juga akan menyelamatkan kalian dari siksaan yang amat pedih. Yakni kalian beriman pada Allah serta Rasul-Nya, serta kalian juga berjihad di jalan Allah dengan harta serta jiwa kalian. Hal tersebut tambah baik untuk kalian bila kalian ketahui. pasti Allah juga akan mengampuni dosa-dosa kalian serta memasukkan kalian kedalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai serta rumah yang baik di surga-surga ‘and. Begitulah kemenangan yang amat besar. Dan balasan beda yang kalian sayangi berbentuk pertolongan dari Allah serta kemenangan yang dekat. berilah berita senang untuk beberapa orang yang beriman. ” (QS. ash-Shaff : 10-13)

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Sesungguhnya Allah sudah beli dari beberapa orang yang beriman, jiwa serta harta mereka, sebenarnya mereka nantinya juga akan mendapat surga. Mereka berperang di jalan Allah hingga mereka berhasil membunuh (musuh) atau malah dibunuh. Begitulah janji atas-Nya yang sudah diputuskan didalam Taurat, Injil, serta al-Qur’an. Serta siapakah yang lebih penuhi janji tidak hanya dari pada Allah, bergembiralah dengan kesepakatan jual-beli yang kalian terikat dengannya. Begitulah kemenangan yang amat besar. ” (QS. at-Taubah : 111)

5. Keutamaan Al-Qur’an dan Kemuliaan Satu Umat

Dari ‘Amir bin Watsilah, dia menjelaskan kalau sebuah saat Nafi’ bin Abdul Harits berjumpa dengan ‘Umar di ‘Usfan (satu lokasi di antara Mekah serta Madinah, pent). Pada saat itu ‘Umar mengangkatnya jadi gubernur Mekah. ‘Umar juga ajukan pertanyaan padanya, “Siapakah yang anda angkat jadi pemimpin untuk beberapa masyarakat lembah? ”. Nafi’ menjawab, “Ibnu Abza. ” ‘Umar kembali ajukan pertanyaan, “Siapa itu Ibnu Abza? ”. Dia menjawab, “Salah seseorang sisa budak yang tinggal dengan kami. ” ‘Umar ajukan pertanyaan, “Apakah anda mengangkat seseorang sisa budak untuk memimpin mereka? ”. Nafi’ menjawab, “Dia yaitu seseorang yang menghafal Kitab Allah ‘azza wa jalla serta pakar di bagian fara’idh/waris. ” ‘Umar juga berkata, “Adapun Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam memanglah sudah bersabda, “Sesungguhnya Allah juga akan mengangkat dengan Kitab ini beberapa golongan serta dengannya juga Dia juga akan mengejekkan beberapa golongan yang beda. ”. ” (HR. Muslim dalam Kitab Sholat al-Musafirin 817)

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian yaitu yang pelajari al-Qur’an serta mengajarkannya. ” (HR. Bukhari dalam Kitab Fadha’il al-Qur’an 5027)

6.  Keutamaan Al-Qur’an dan Hasad Yang Diijinkan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada hasad terkecuali dalam dua perkara : seseorang lelaki yang didapatkan pengetahuan oleh Allah mengenai al-Qur’an hingga dia juga membacanya selama malam serta siang ada tetangganya yang mendengar hal tersebut lantas dia berkata, “Seandainya saya diberi seperti apa yang didapatkan pada si fulan pasti saya juga akan beramal seperti apa yang dia kerjakan. ” Serta seseorang lelaki yang Allah beri harta padanya dia juga menggunakan harta itu di jalan yang benar lantas ada orang yang berkata, “Seandainya saya diberi seperti apa yang didapatkan pada si fulan pasti saya juga akan beramal seperti apa yang dia kerjakan. ”. ” (HR. Bukhari dalam Kitab Fadha’il al-Qur’an 5026)

7. Keutamaan al-Qur’an sebagai Syafa’at

Dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah al-Qur’an! Sebenarnya nantinya ia akan tiba pada hari kiamat untuk memberi syafa’at untuk penganutnya. ” (HR. Muslim dalam Kitab Sholat al-Musafirin 804)

8. Keutamaan al-Qur’an memberikan Pahala Yang Berlipat-Lipat

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dalam Kitabullah dia juga akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan itu juga akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Saya tidak menyebutkan kalau Alif Lam Mim satu huruf. Walau demikian Alif satu huruf, Lam satu huruf, serta Mim satu huruf. ” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Tsawab al-Qur’an 2910, disahihkan oleh Syaikh al-Albani)

9. Keutamaan Al-Qur’an membuat Hati menjadi tentrem

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Orang-orang yang beriman serta hati mereka dapat terasa tentram dengan mengingat Allah, kenalilah kalau cuma dengan mengingat Allah hati juga akan terasa tentram. ” (QS. ar-Ra’d : 28). Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan kalau pendapat dipilih tentang arti ‘mengingat Allah’ di sini yaitu mengingat/merenungkan al-Qur’an. Hal tersebut dikarenakan hati manusia tidak juga akan dapat rasakan ketentraman terkecuali dengan iman serta kepercayaan yang tertanam didalam hatinya. Lalu iman serta kepercayaan tidak dapat didapat terkecuali dengan menyerap tuntunan al-Qur’an (saksikan Tafsir al-Qayyim, hal. 324)

10.  Kutamaan Al-Qur’an sebagai as-Sunnah Referensi Umat

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Hai beberapa orang yang beriman, patuhilah Allah serta patuhilah rasul, dan ulil amri diantara kalian. Lantas jika kalian berselisih mengenai suatu hal kembalikanlah pada Allah serta rasul, bila kalian betul-betul beriman pada Allah serta hari akhir. ” (QS. an-Nisaa’ : 59)

Maimun bin Mihran berkata, “Kembali pada Allah yaitu kembali pada Kitab-Nya. Mengenai kembali pada rasul yaitu kembali pada beliau di ketika beliau masih tetap hidup, atau kembali pada Sunnahnya sesudah beliau meninggal dunia. ” (saksikan ad-Difa’ ‘anis Sunnah, hal. 14)

11. Keutamaan  Al-Qur’an, Al-qur’an Diterangkan oleh as-Sunnah

Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Dan Kami turunkan padamu adz-Dzikr/al-Qur’an agar anda menerangkan pada manusia apa yang di turunkan pada mereka itu, serta semoga mereka ingin berfikir. ” (QS. an-Nahl : 44). Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Barangsiapa menaati rasul itu sebenarnya dia sudah menaati Allah. ” (QS. an-Nisaa’ : 80). Allah ta’ala berfirman (yang berarti), “Sungguh sudah ada untuk kalian teladan yang baik pada diri Rasulullah, yakni untuk orang yang menginginkan Allah serta hari akhir. ” (QS. al-Ahzab : 21)

Mak-hul berkata, “al-Qur’an lebih memerlukan pada as-Sunnah dibanding keperluan as-Sunnah pada al-Qur’an. ” (saksikan ad-Difa’ ‘anis Sunnah, hal. 13). Imam Ahmad berkata, “Sesungguhnya as-Sunnah itu menafsirkan al-Qur’an serta menerangkannya. ” (saksikan ad-Difa’ ‘anis Sunnah, hal. 13)

Wallahu a’lam bish showab. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

 

Loading...