Home Berita Kadis Perumahan DKI Kena “Semprot” Anggota Dewan

Kadis Perumahan DKI Kena “Semprot” Anggota Dewan

50
Loading...

Gema Rakyat – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman DKI Jakarta, Agustino Darmawan menerima evaluasi dari Komisi D bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta soal penyerapan APBD yang masih minim.

Dalam pertemuannya bersama Komisi D, yang membahas realisasi penyerapan anggaran di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta tahun 2017, Agustino menerima banyak evaluasi terutama soal pembangunan rusun yang dinilai tidak progresif.

“Gagal Bapak sebagai Kepala Dinas Perumahan. Dengan adanya resapan sekarang sudah bulan Oktober, dengan angka 21 persen. Kendalanya apa sih, Pak?,” tanya anggota Komisi D, Rikardo dengan nada tinggi kepada Agustino, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (4/10).

Rikardo menanyakan kendala yang dihadapi Dinas Perumahan, sebab kucuran anggaran kepada Dinas Perumahan terbilang tinggi, angkanya lebih dari Rp 20 Triliun.

“Kendalanya apa sih Pak? Apa benar-benar kendalanya benar dari pihak lelang atau tim perencanaan Bapak yang lemah? Jangan seenak saja minta anggaran, program unggulan-unggulan, tetapi actionnya gagal,” tandas Rikardo.

Agustino kembali menerima pertanyaan soal kinerjanya selama diangkat menjadi Kadis Perumahan menggantikan Arifin Juli 2017 lalu.

“Memang membangun bisa sulap sampai Desember? Ini perlu pertimbangan besar-besaran di bidang Bapak. Tadi di sudin-sudin cuma 15 persen. Artinya kerja berapa bulan baru 15 persen. Kerja atau tidak?,” tanya Rikardo.

Menanggapi hal tersebut, Agustino mengatakan terdapat beberapa kendala yang dia hadapi, diantaranya soal koordinasi dengan pihak konstruksi dan banyaknya laporan yang masuk sejak dia menjabat.

“Sudah banyak yang melakukan laporan. Jadi waiting list nya banyak, kita berupaya supaya tidak menumpuk. Jadi itulah yang menyebabkan progres kita masih 21 persen salah satunya,” kata Agustino.

Ketua Komisi D, Iman Satria menegaskan agar pembangunan bisa berjalan dengan cepat dan penyerapan bisa maksimal di akhir tahun 2017.

“Penyerapan Dinas Perumahan sampai saat ini masih sangat rendah. Saya minta nanti Desember bisa terserap sebaik mungkin,” tutup Iman. [Gema Rakyat / smc]

Loading...