Home Berita Kasihan, Anak Panti sampai Ketagihan “Digoyang” Setelah Beberapa Kali Jadi Korban Pengurus...

Kasihan, Anak Panti sampai Ketagihan “Digoyang” Setelah Beberapa Kali Jadi Korban Pengurus Panti

211

Gema Rakyat – Seringnya tersangka Alyuda mengajak berhubungan intim, membuat anak asuhnya SS ketagihan. Tersangka tidak perlu merayu korban untuk melakukan perbuatan tak pantas itu. Fakta tersebut didapati penyidik setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Unit Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ruth Yeni menjelaskan perlakuan yang didapat oleh korban berakibat efek negatif. Sebab korban sudah merasa jika apa yang dilakukan oleh tersangka merupakan sesuatu yang wajar dan dia pun rela diajak berhubungan layaknya suami istri berkali-kali.

“Korban juga mengaku kasihan dengan tersangka lantaran ialah yang merawat mereka sejak kecil,” ungkap Ruth Yeni.
Ruth menjelaskan setelah terbongkar bahwa tersangka telah mencabuli SS dan FN, pihaknya akhirnya menerima laporan baru dari 3 korban lainnya. Yaitu CL,9, kelas 3 SD, SR,14, kelas 3 SMP dan KT,14, seorang pelajar kelas 3 SMP. Ketiganya mengaku dicabuli tersangka.

“Kemudian kami mendapat informasi bahwa di kantor cabang panti yang berada di Batu, juga ada korban. Kami pun menuju ke Batu. Dan benar, kami menemukan ada 4 korban lain yang mengaku telah dicabuli oleh tersangka,” tambah AKP Ruth Yeni.

Loading...

Empat korban dari Batu yang dimaksud antara lain AG,16, kelas 1 SMA, MR,11, kelas 5 SD dan YN, 21, serta CLR,17, kelas 3 SMA. Keempat korban ini juga mengaku mendapatkan perlakukan cabul yang dilakukan tersangka.

“Jika ada korban korban lain, silahkan melapor ke kami. Kami akan memprosesnya,” tegas AKP Ruth Yeni.
Saat ini, lanjut AKP Ruth Yeni, para korban sudah ditempatkan di sebuah tempat sebagai sarana safe house buat mereka. Selain mendapat pengawalan dari psikiater, para korban juga tengah mendapat berbagai pengawalan. Baik secara material maupun spiritual.

Sedangkan menurut pengakuan tersangka Alyuda. Dirinya awalnya kasihan terhadap para anak asuhnya tersebut. Namun, atas dasar rasa kasihannya itu, dirinya mengaku timbul rasa cinta dan sayang.

“Saya khilaf. Saya tidak bisa mengendalikan nafsu saya saat bertemu mereka,” aku pemuda yang hingga kini masih membujang itu.

Pemuda dengan tato dilengan kirinya itu menyebut, jika memang setiap harinya dirinya berada di panti asuhan pusat Surabaya. Dan setiap hari pula, dirinya juga berada di depot milik panti yang berada di Jalan Raya Manyar. Dan dalam waktu tertentu, dirinya juga kerap berkunjung ke panti cabang di Batu Malang.

“Di Surabaya, total ada 65 anak yang diasuh oleh panti,” ungkap pria yang sudah 13 tahun menjadi pengurus panti tersebut.[pm]

Loading...