Seperti yang diketahui bahwa semakin bertambahnya usia, maka resiko untuk terkena beragam penyakit juga kian tinggi. Bahkan mungkin penyakit yang diderita tersebut bukanlah masalah kesehatan yang sepele, melainkan yang cukup serius seperti diantaranya adalah jantung, gagal ginjal, stroke sampai dengan kanker. Untuk itu tak heran jika seandainya banyak orang yang mulai membeli asuransi penyakit kritis. Mungkin banyak yang masih asing dengan jenis asuransi yang satu ini.

Ia masuk satu golongan dengan asuransi kesehatan, hanya saja dari segi fasilitasnya sendiri agak berbeda. Berbeda halnya dengan program asuransi kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu BPJS Kesehatan, produk asuransi kesehatan yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta umumnya tidak mengcover semua biaya pengobatan pesertanya, khususnya untuk beberapa jenis penyakit tertentu yang diderita dan memang membutuhkan biaya pengobatan yang mahal, terkadang mereka hanya bisa mengcover sebagian saja, sedangkan sisa biaya yang harus dibayarkan terbilang mahal.

Jadi bagi beberapa kalangan yang memang memiliki resiko untuk terkena penyakit-penyakit kritis ini, lebih disarankan untuk membeli produk asuransi untuk penyakit kritis, bukan asuransi kesehatan biasa. Lalu sebenarnya apa saja yang membedakan antara keduanya? Berikut ini diantaranya yang harus Anda ketahui, sehingga tidak salah pilih, yaitu:

  1. Jenis penyakit yang dapat dicover, perbedaan pertama adalah terletak dari hal yang satu ini, penyakit-penyakit biaya yang tidak membutuhkan perawatan secara terus menerus atau hanya butuh sekali pengobatan dan sembuh umumnya secara penuh dapat dicover oleh asuransi kesehatan. Namun tidak dengan jenis-jenis penyakit tertentu yang memang tergolong serius sehingga membutuhkan biaya pengobatan yang cukup mahal, sebut saja gagal ginjal yang mengharuskan penderitanya untuk cuci darah secara rutin, kemudian juga stroke yang butuh terapi secara terus menerus hingga penyakit jantung, penanganan untuk penyakit jantung ini membutuhkan biaya yang cukup mahal, sehingga asuransi kesehatan biasa angkat tangan atau tidak mau menanggung biaya pengobatannya. Berbeda halnya dengan produk asuransi untuk penyakit kritis.
  2. Nilai premi yang ditawarkan, karena memang apa yang dicover dari kedua jenis asuransi ini berbeda, dimana asuransi untuk penyakit kritis mengcover lebih banyak biaya pengobatan, apalagi yang nilainya juga mahal. Maka tidak bisa dipungkiri jika seandainya premi yang harus dibayarkan untuk jenis asuransi ini tergolong lebih tinggi atau mahal, jika dibandingkan dengan asuransi kesehatan biasa. Biasanya sampai 2 kali lipat lebih mahal, namun sesuai dengan fasilitas pengobatan dan nilai atau biaya klaimnya yang terbilang mahal.
  3. Fasilitas yang didapatkan, perbedaan yang lainnya adalah dilihat dari segi fasilitas lanjutan yang bisa didapatkan untuk pengobatan, asuransi kesehatan biasa umumnya tidak memberikan manfaat ini, namun berbeda dengan asuransi untuk penyakit kritis karena mereka juga tawarkan hal tersebut. Apalagi pada dasarnya memang penyakit-penyakit kritik atau berbahaya tidak cukup hanya dengan sekali berobat sembuh, melainkan membutuhkan perawatan intensif atau lanjutan yang berkepanjangan sehingga bisa sembuh secara optimal.

Sekarang sudah tau bukan apa perbedaan antara asuransi kesehatan biasa dan juga asuransi penyakit kritis, itulah mengapa hendaknya Anda harus melakukan medical checkup terlebih dahulu untuk mengetahui kemungkinan resikonya, sehingga tahu apakah butuh atau tidak asuransi untuk penyakit kritis ini, atau mungkin Anda hanya perlu asuransi kesehatan biasa saja. Sudah cukup untuk memproteksi diri dari masalah kesehatan yang dialami tersebut.