Home Berita ‘Obat Sakit Setnov Ialah Putusan Praperadilan’. Ini Sindiran Najwa Shihab untuk Papa...

‘Obat Sakit Setnov Ialah Putusan Praperadilan’. Ini Sindiran Najwa Shihab untuk Papa Koruptor

91

Gema Rakyat – Ketua DPR RI Setya Novanto dikabarkan akan pulang dari rumah sakit Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (2/10) pagi ini. Pada Jumat (29/9), permohonan praperadilan Novanto dikabulkan oleh hakim Cepi Iskandar.

“Dalam dua hari setelah putusan (praperadilan) itu langsung sembuh, itu berarti memang obatnya adalah (putusan) praperadilan itu,” ungkap Ketua Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/10).

Doli menuturkan, jika penyakit yang diderita Novanto dalam kategori penyakit yang berat tentu tidak mungkin secepat ini bisa pulang dari rumah sakit. Apalagi, penyakit yang menerjangnya pascaditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak delapan jenis.

Sehingga, menurut Doli, sangat tidak masuk akal jika Setya Novanto yang selama ini menghindari pemanggilan KPK karena alasan sakit, tiba-tiba bisa sembuh dalam dua hari pasca mendengarkan putusan hakim praperadilan PN Jakarta Selatan.

Loading...

“Kalau melihat sakitnya, itu kan ada delapan ya dan itu berat-berat semua, nah kalau orang kena penyakit seberat itu dalam waktu yang begitu cepat pemulihannya mungkin lebih susah ya sembuhnya, seharusnya kan begitu,” terang dia.

Novanto masuk RS Premier sejak 18 September 2017 lalu. Delapan penyakit yang menempel selama dalam status tersangka kasus KTP Elektronik (KTP-el) di antaranya penurunan fungsi ginjal, vertigo, sakit jantung, dan peningkatan gula darah.

Catatan Najwa Shihab untuk ‘Papa Koruptor’

Presenter Najwa Shihab membuat catatan khusus untuk menyindir sosok ‘papa koruptor’. Ia membagikan video sentilan lewat laman YouTube sekaligus membacakannya pada “Konser #TNDMT Glenn Fredly untuk Slank” di Gandaria City, Jakarta.

“Karena saya lagi jobless, kakak Glenn menawari saya pekerjaan membacakan catatan soal isu korupsi. Ini adalah Catatan Najwa untuk ‘papa’,” kata mantan pemandu program bincang-bincang Mata Najwa tersebut berseloroh.

Perempuan 40 tahun kelahiran Makassar itu bukan memaksudkan sindiran pada ayahanda aslinya, Quraish Shihab. Ia merujuk ‘papa koruptor’ yang belakangan kasusnya mengemuka dan ramai diperbincangkan, meyakini seluruh hadirin sudah tahu siapa orangnya.

Najwa mengulas hal paling bahaya dari korupsi, yaitu rakyat menjadi tidak percaya kepada pemimpinnya sendiri. Negara digerogoti dari dalam, dihancurkan dengan diam-diam, demokrasi pun jadi sebatas jalan untuk berkuasa dan mengeruk harta.

Duta Baca Indonesia itu menyindir para koruptor yang di atas panggung bicara manis-manis, tapi di bawah meja mengisap sampai habis. Jurus mereka seolah tak pernah habis, licin bagaikan belut yang sukar ditangkapi, khususnya “sang belut” yang sanggup memborong oli.

Suara lantang Najwa sempat bergetar emosional ketika mendeklamasikan catatannya. Tepuk tangan riuh hadirin membahana ketika ia sebut upaya koruptor yang mengebiri KPK, hingga mengakali pengadilan tipikor dengan solusi praperadilan.

“Papa kita memang luar biasa, dibikinnya semua geleng-geleng kepala. Walau sebetulnya kita tidak benar-benar terkejut, kepercayaan publik sudah lama menciut,” Tegas Najwa mengajak hadirin untuk terus berani bersuara menghentikan korupsi.[hc]

Loading...