Home Politik Patung Kwan Sing Tee Koen di Tuban, Bentuk Hegemoni Baru China Perantauan...

Patung Kwan Sing Tee Koen di Tuban, Bentuk Hegemoni Baru China Perantauan di RI

185

Gema Rakyat – Keberadaan patung Dewa Perang China Kwan Sing Tee Koen di Tuban & terbesar di Asia Tenggara merupakan hegemoni baru China perantauan di Indonesia.

Demikian dikatakan politikus senior PPP Habil Marati kepada suaranasional, Rabu (2/8). “China perantauan akan menguasai ekonomi dan politik di Indonesia,” ungkap Habil.

Kata Habil, kehadiran tokoh tokoh China berupa patung di Indonesia justru akan melahirkan bangkitnya rasa nasionalisme dikalangan bangsa Indonesia  ujung ujungnya akan memicu lahirnya  anti Asing aseng di Indonesia.

“Tidak ada satu alasan apapun yang memperbolehkan pendirian patung Jendral China di Indonesia, Indonesia tidak mengenal Jenderal China tersebut,” ungkapnya.

Loading...

Indonesia sebuah Negara yang memiliki kedaulatan dalam semua hal, maka keberadaan patung Jenderal perang China tersebut telah melanggar kedaulatan sejarah bangsa Indonesia.

Menurut Habil, Bangsa Indonesia tidak mengenal Jendral perang China yang patungnya didirikan di Tuban tersebut dan tidak memiliki ikatan sejarah maupun peradaban terhadap bangsa Indonesia.

Akultrasi serta penampakan patung Jenderal perang China di Indonesia membuktikan bahwa China memang memiliki kepentingan besar atas amamdemen UUD 45 menjadi UUD 2002  dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai Kolonialisme ekonomi, politik dan ideologi.

“Hal ini bisa kita bukti kan bahwa saat ini Orang-orang China telah menjadikan  tanah tumpah darah Indonesia sebagai pusat kejahatan Siber, pusat lapangan  kerja bangsa China, pusat perbedaan narkotika, pusat ekonomi dan sedang mengarah juga menjadi pusat patung tokoh-tokoh China,” jelas Habil.

Ia tidak melihat ada korelasi antara sejarah Kemerdekaan bangsa Indonesis dengan pendirian patung besar Jendral perang China tersebut di Tuban.

“Justru yang bisa kita tangkap dan analisis akan keberadaan patung patung tersebut adalah bahwa para Aseng ini telah berhasil memonopoli ekonomi nasional Indonesia,” pungkas Habil.

sn

Loading...