Home Berita Pegiat Medsos Yang Diundang Jokowi ke Istana Kembali Berulah, Kenapa Tak Pernah...

Pegiat Medsos Yang Diundang Jokowi ke Istana Kembali Berulah, Kenapa Tak Pernah Ditindak? Kebal Hukum?

142

Gema Rakyat – Salah seorang pegiat sosial media pendukung Jokowi, Nurul Indra kembali berulah. Nurul Indra ‘terkenal’ setelah aksi bakar lilin sendirian di Padang dalam rangka mendukung Ahok.

Terbaru, Nurul Indra yang pernah diundang Jokowi ke Istana ini membuat status di akun facebooknya yang menyinggung Partai Gerindra, PKS, FPI dan Aksi 212, dikaitkan dengan PKI/Komunis.

(1) Status 21 September 2017

Memposting gambar “Logo Gerindra dan logo PKI” Ada yang tahu kenapa warna partai ini sama?

Loading...

Screenshot 63 2 515x375 - Pegiat Medsos Yang Diundang Jokowi ke Istana Kembali Berulah, Kenapa Tak Pernah Ditindak? Kebal Hukum?

Dengan caption “perpaduan warnanya bagus ya”.

(2) Status 22 September 2017

Memposting gambar “Palu Arit”.

Screenshot 64 2 515x375 - Pegiat Medsos Yang Diundang Jokowi ke Istana Kembali Berulah, Kenapa Tak Pernah Ditindak? Kebal Hukum?

Dengan caption “Hitam sama kuning manis juga. eg? mirip lambang apa ya?”

(3) Status 21 September 2017

Kode komunis 212

Screenshot 65 2 400x375 - Pegiat Medsos Yang Diundang Jokowi ke Istana Kembali Berulah, Kenapa Tak Pernah Ditindak? Kebal Hukum?

(4) Status 11 September 2017

Menulis: Definisi KAFIR: seluruh umat beragama, termasuk MUSLIM, yg tdk sepaham dg PKS dan FPI. ente kafir?

Screenshot 66 1 393x375 - Pegiat Medsos Yang Diundang Jokowi ke Istana Kembali Berulah, Kenapa Tak Pernah Ditindak? Kebal Hukum?

***

Berita terkait Nurul Indra diundang Jokowi ke Istana

Aktif di media sosial, perempuan ini diundang Jokowi ke istana

Presiden Jokowi mengundang beberapa pegiat media sosial dari berbagai latar belakang. Pertemuan yang diadakan hari Rabu (27/1) silam ini membahas isu-isu ringan yang beredar di media sosial.

Sembari makan siang, Jokowi ajak pegiat media sosial berbincang ringan seputar isu terkini.

Pertemuan santai yang disertai canda tawa itu juga diikuti beberapa staff presiden seperti juru bicara Johan Budi. Kemudian, dari para pegiat media sosial ada sekitar 25 orang yang hadir. Seperti Deny Siregar, Tomi Lebang, dan beberapa pegiat media sosial lainnya. (Termasuk Nurul Indra)

Sejumlah pesan pun sempat diucapkan Jokowi kepada para pegiat media sosial. Salah satunya adalah terkait perilaku santun dalam menggunakan media sosial. “Beliau berpesan agar tetap menjaga etika selama menggunakan media sosial. Kemudian kami dari pegiat medsos menimpali agar situs-situs kontroversial agar ditutup saja,” kata Nurul kepada Brilio. (Dalam wawancara di Brilio ini, terungkap nama sebenarnya adalah Nurul Lius)

Link: https://www.brilio.net/news/aktif-di-media-sosial-perempuan-ini-diundang-jokowi-ke-istana-160203h.html#

Ironis bukan? Antara pesan Presiden dengan kelakuan Nurul di fb? Pesan Presiden Jokowi yang bahkan disampaikan Nurul sendiri mengatakan “Beliau berpesan agar tetap menjaga etika selama menggunakan media sosial.”

APA YANG DIMAKSUD MENJAGA ETIKA? Apakah maksud dari “menjaga etika” itu adalah melakukan apa saja yang penting tidak menyinggung penguasa? tidak berseberangan dengan penguasa? Selain itu bebas bebas saja?

Dan ternyata hal begitu tak hanya dilakukan Nurul Indra, tapi juga ULIN YUSRON, pegiat medsos yang memfitnah Prabowo dengan kata-kata dan gambar keji juga DIUNDANG JOKOWI KE ISTANA.

APA ADA MISKOMUNIKASI ANTARA PESAN PRESIDEN JOKOWI DENGAN PEGIAT MEDSOS YANG DIUNDANG KE ISTANA?

Karena Presiden Jokowi sudah berkali-kali mengingatkan tentang ETIKA MEDSOS.

Jokowi: Hati-Hati Tulis Status di Media Sosial

Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak muda, untuk berhati-hati menggunakan media sosial. Perlu perhatian khusus dalam menulis status.

“Sekarang ini yang namanya media sosial hati-hati. Terutama remaja kita, hati-hati kalau membuat status, hati-hati,” ujar Jokowi di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).

Mulai saat ini, sebelum menulis status harus benar-benar dipikirkan. Jangan sampai status yang ditulis di media sosial malah menyinggung atau menyakiti orang lain.

“Itu harus dihitung. Apalagi niatnya langsung untuk mencela, mencemooh, ingin menjelekkan. Itu selalu saya sampaikan di mana-mana, jangan,” tegas Jokowi.[pi]

Loading...