Pembelajaran Kegiatan Daring di Rumah

  • 2 min read
  • Jan 22, 2021
Pembelajaran Kegiatan Daring

Pembelajaran secara daring dilakukan serentak oleh seluruh sekolah-sekolah yang di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam pencegahan mengurangi resiko tertularnya wabah virus covid-19. Pelaksanaan pembelajaran diadakan secara daring dikarenakan dengan adanya covid-19 ke Indonesia sejak bulan Maret 2020 silam. Sampai pada saat ini pun wabah covid-19 belum usai, diduga virus semakin bermutasi.

Untuk itu kepada kita semua agar tetap patuhi protokol kesehatan agar dapat memutus rantai penularan covid-19 yang angkanya semakin hari semakin melonjak. Ditahun 2021 ini, sudah beredar platform berita di media massa terkait penyuntikan vaksin. Pada klaster pertama yang sudah di vaksin seorang tokoh nomor 1 di Indonesia yaitu Bapak Presiden Jokowi, kemudian di lanjut kepada para jajaran petinggi Negara lainnya, dari IDI (ikatan dokter Indonesia), para tim kesehatan, dan dari kalangan milenial yang sudah disuntik vaksin adalah artis ternama diwakili oleh Raffi Ahmad.

Di harapkan dengan adanya vaksin yang sudah sampai di Indonesia wabah pandemic covid-19 cepatlah berlalu. Agar sekolah bisa cepat dibuka kembali dan melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasanya.

Bagi para pelajar di tuntut untuk belajar secara online, karena bentuk materi pelajaran yang disampaikan oleh seorang guru di sampaikannya dengan menggunakan alat pendukung elektronik digital. Sebagaimana alat belajar mengajar yang digunakan di masa sekarang ini seperti media smartphone, media televisi education yang sudah ditentukan oleh Kemendikbud, melalalui perangkat Komputeratau laptop.

Bagi sebagian siswa yang tidak mempunyai mempunyai smartphone maupun laptop akan sangat sulit untuk mengikuti proses pembelajaran yang diberikan oleh sekolah mereka. Pada masa ini juga menguntungkan bagi para penjual paket data internet, karena dalam proses berjalannya pembelajaran daring membutuhkan akses internet. Hal itu membuat melonjaknya harga paket data internet, permasalahan lain yang dialami oleh siswa karena akan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Untuk mengantisispasi hal tersebut, dari dinas pendidikan sudah memfasilitasi berbagai kebutuhan belajar dengan daring berupa kuota internet gratis, untuk bagi kepada siswa-siswa diseluruh Indonesia melalui seluruh tingkatan sekolah agar dapat dibagikan ke murid-muridnya.

Berdasarkan ulasan diatas, simpulan dari tantangan yang dihadapi para pelajar maupun pendidik sebagai berikut:

  1. Kurangnya Bimbingan Guru

Pastinya karena kurangnya bimbingan dari guru merupakan kendala yang paling utama, karena guru tidak dapat mungkin bisa memantau satu-satu aktivitas yang dilakukan oleh muridnya. Kondisi ini terjadi mengakibatkan minimnya komunikasi diantara guru dan murid yang seharusnya murid selalu diberi arahan yang baik dari gurunya. Menggunakan media online pun tidak akan cukup untuk memantau murid.

  1. Akses Internet Tidak Lancar

Akses internet tidak lancarpun menjadi kendala saat belajar bagi para pelajar maupun gurunya. Karena 60 persen pembelajaran dilaksanakan dengan media online seperti WhatsApp, sebanyak 48 persen aplikasi yang digunakan untuk pendukung belajar daring, 31 persen digunakan untuk website edukasi. Ada juga sebagian siswa menggunakan media televisi.

  1. Tidak Adanya Alat Pendukung Pembelajaran

Kendala terbesar ketiga adalah tidak memiliki alat pendukung proses pembelajaran dengan gadget, seperti laptop/computer, dan smartphone yang umum dipakai. Jika dilihat memang bagi setiap anak yang tidak mempunyai laptop atau smartphone terlihat sangat sedikit. Akan tetapi, jika dihitung keseluruhan pelajar di Indonesia mencapai 100 juta anak, dengan demikian bagi 7 juta anak yang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran dikarenakan menggunakan gadget.

Dari ulasan artikel diatas tadi, semoga memberikan sedikit gambaran terkait pembelajaran selama daring. Bagi Anda yang sedang mencari dan ingin membeli laptop bisa melihat Notebook Murah 1 Jutaan, rekomendasi untuk Anda.