Home Ilmu Pengetahuan Pengertian Syair: Ciri-ciri dan Contoh Syair

Pengertian Syair: Ciri-ciri dan Contoh Syair

87
Loading...

Apa yang dimaksud dengan syair? Kata syair datang dari bahasa Arab, syu’ur yang berarti “perasaan”. Dilihat dari asal katanya, syair bisa disimpulkan sebagai ekspresi perasaan atau pikiran pembuatnya. Syair yaitu bentuk puisi lama yang masing-masing bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama. Syair dipakai untuk menggambarkan beberapa hal yang panjang contohnya mengenai sebuah cerita, nasehat, agama, cinta, dan sebagainya. Oleh karenanya, bait-bait dalam syair sangat banyak. Dilihat dari susunan fisiknya, syair amat terikat oleh jumlah baris dalam satu bait, jumlah suku kata dalam tiap baris, jumlah bait dalam tiap puisi, serta aturan dalam soal rima dan ritma.

Pengertian Syair

Related image

Menurut isinya, syair bisa dibagi jadi lima kelompok, yakni:

  • Syair Panji: Syair panji yaitu syair yang memuat/menceritakan mengenai kondisi yang terjadi dalam istana (kerajaan), kondisi orang-orang yang ada atau berasal dari dalam istana. Misalnya “Syair Ken Tambunan”.
  • Syair Romantis: Syair romantis yaitu syair yang memuat mengenai percintaan pelipur lara, cerita rakyat. Misalnya, “Syair Bidasari”.
  • Syair Kiasan: Syair kiasan yaitu syair yang bercerita mengenai percintaan antara ikan, burung, bunga, atau buah-buahan yang semuanya itu hanya simbolik yang terdapat di dalamnya, kiasan atau sindiran pada peristiwa spesifik. Misalnya, “Syair Burung Pangguk”.
  • Syair Sejarah: Syair sejarah yaitu syair yang bersumber pada peristiwa sejarah paling penting, contohnya mengenai peperangan. Contoh, “Syair Perang Mengkasar”.
  • Syair Agama: Syair agama yaitu syair yang mengandungi topik ajaran pengetahuan tasawuf. Syair agama termasuk syair paling penting, terbagi jadi empat, yakni syair sufi, syair mengenai ajaran Islam, syair kisah Nabi, serta syair nasehat.

Ciri-ciri Syair

Image result for ngetik kren

  • Syair terdiri atas empat baris/larik dalam tiap bait.
  • Syair tidak mempunyai sampiran, seperti dalam pantun. Dengan kata lain, seluruh baris memiliki kandungan isi dan arti.
  • Syair tidak selesai dalam satu bait.
  • Makna syair ditentukan oleh bait-bait selanjutnya (nyaris sama juga dengan paragraf dalam cerita).
  • Pola rimanya a-a-a-a (rima sama).
  • Irama terjadi pada tiap pertengahan baris antara empat sampai enam suku kata.

Contoh Syair

Contoh syair yang sering ditemukan dapat berbentuk nasihat, agama, pendidikan, cinta, dan lain-lain. Berikut ini kami sajikan beberapa contoh syair tersebut:

Related image

Contoh Syair Nasihat

Wahai Ananda dengarlah pesan
Pakai olehmu sifat anak jantan
Bertanggung jawab dalam perbuatan
Beban dipikul pantang dielakkan

Wahai Ananda intan pilihan
Sifat tanggung jawab engkau amalkan
Berani mencencang terpotong tangan
Berani berhutang tumbuhlah beban

Wahai Ananda permata hikmat
Tanggung jawabmu hendaklah ingat
Berani menanggung sebab akibat
Berani berbuat tangan dikebat

Wahai Ananda intan terserlah
Bertanggung jawab dalam bertingkah
Berani menanggung sakit dan susah
Berani mati mempertahankan lidah

Wahai Ananda Bunda berpesan
Tanggung jawabmu jangan tinggalkan
Sakit dan perih engkau tahankan
Aib dan malu engkau tampungkan

Contoh Syair Pendidikan

Bangunan ini sudah tua
Namun jangan dikira renta
Kemarilah untuk bermimpi dan berharap
Tentang gelora masa muda

Jika memang punya mimpi
Datanglah belajar di sini
Sebagai bekal untuk diri
Kelak berguna masa nanti

Bangunan tua ini sekolahmu
Sekolah untuk menimba ilmu
Belajar tekun bersama Guru
Untuk ilmu yang baru

Contoh Syair Cinta Romantis

Dengan bismillah permulaan warkat
Diambil kertas kalam diangkat
Pena dan tinta jadi serikat
Menyampaikan hakikat dengan hasrat

Pena menyelam dawat menyambut
Terbentang kertas putih umbut
Kalam menari kata disebut
Jejak terbentang sebagai rambut

Awal mulanya surat direka
Kenangan menyerang tidak berjangka
Siang malam segenap ketika
Wajah Adinda rasa di muka

Surat inilah pengganti diri
Datang menjelang muda bestari
Duduk berbincang berperi-peri
Melepas rindu hati sanubari

Loading...