Perbandingan Antara Property Syariah vs Property Konvensional

  • 2 min read
  • Jan 28, 2021
Property Syariah vs Property Konvensional

Bagi para calon pembeli property, mereka sering membuat perbandingan antara property syariah vs property konvensional terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. Di Indonesia ada beberapa jenis property yang tersedia, dan property syariah serta property konvensional termasuk dalam jenis property tersebut.

Property syariah sendiri adalah jenis property yang sistem transaksinya berjalan sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan property konvensional adalah jenis property yang pada umumnya kita temui, mereka memiliki aturan yang telah ditetapkan oleh suatu bank dan developer itu sendiri.

Meskipun awalnya property konvensional lebih berkembang pesat, tapi saat ini property syariah sudah semakin meningkat hingga 11,23% per tahunnya dan diprediksi akan semakin meningkat. Sebab, masyarakat Indonesia dari kalangan Muslim mulai sadar akan bahayanya riba sehingga mereka lebih memilih property syariah.

Property Syariah vs Property Konvensional

Perbedaan dari kedua jenis property ini bisa dibilang cukup banyak, tapi meskipun begitu kedua jenis property tersebut sama-sama memiliki keuntungan tergantung pembelinya. Berikut perbedaan yang dimiliki property syariah dan property konvensional:

  1. Pihak yang terlibat

Dari segi pihak yang terlibat sangatlah berbeda. Property syariah lebih merupakan pihak yang melakukan transaksi langsung antara developer dengan konsumen, sedangkan property konvensional melibatkan beberapa pihak, developer > bank > barulah sang konsumen.

  1. Denda

Dari segi denda pun kedua jenis property ini berbeda, jika property syariah tidak mengenal adanya denda karena mereka selalu mencari solusi yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak dan menganggap denda sama dengan riba, property konvensional menerapkan denda untuk konsumen atau pembeli yang pembayarannya menunggak.

  1. Sita

Sistem penyitaan mereka juga berbeda. Karena menurut kaidah-kaidah Islam sistem penyitaan tidak diperbolehkan, jadi property syariah tidak menerapkan sistem ini. Di property syariah ketika si konsumen gagal memenuhi kewajibannya untuk melunasi pembayarannya, developer akan menyarankan konsumen untuk menjual propertinya dengan bantuan mereka, lalu hasil penjualan tersebut baru dipakai untuk membayar cicilan yang kurang.

Hal ini berbeda dengan property konvensional yang menerapkan sistem penyitaan jika sang konsumen gagal melunasi cicilan mereka.

  1. Asuransi

Jika di property konvensional asuransi merupakan aspek yang harus diterapkan untuk menjamin keamanan para konsumen, di property syariah asuransi termasuk hal yang bertentangan dengan syariah Islam sehingga mereka tidak menerapkan sebuah asuransi untuk melindungi rumah yang kamu miliki.

  1. Administrasi

Karena property konvensional melibatkan bank, jadi mereka juga menerapkan BI Checking untuk mengetahui riwayat keuangan calon debitur. Berbeda dengan property syariah yang sama sekali tidak melibatkan suatu bank sehingga tidak ada sistem BI Checking.

  1. Transaksi

Dari segi transaksinya kedua jenis ini juga berbeda, jika property konvensional hanya mengenal sistem jual-beli selayaknya, property syariah menggunakan beberapa akad, yaitu:

  • Akad Murabahah (Jual-beli)
  • Akad Ijarah (Sewa)
  • Akad Ijarah Muntahiya (Sewa beli)
  • Akad Musyarakah Mutanaqishah (Kepemilikan bertahap)
  1. Jangka waktu

Di property syariah mereka menerapkan jangka waktu pelunasan cicilan hanya sampai 15 tahun, sedangkah di property konvensional mereka bisa menerapkan jangka waktu pelunasan cicilan hingga 25 tahun.

Daftar Property Syariah dan Property Konvensional

Karena di Indonesia kedua jenis property ini sudah gampang untuk ditemukan, jadi tidak susah untuk membedakannya. Dan berikut daftar property syariah:

  • Sharia Green Land
  • Royal Orchid Villa
  • Royal Bridea Indonesia
  • Bumi Salsabila Indah
  • Griya Radja Pancasan Asri
  • dst

Sekarang mari menyebutkan daftar property konvensional:

  • Taman Cendana Indah
  • Citra Indah City
  • Sevila Residence
  • Puri Permai
  • The Samudra Residence
  • dst

Sampai disini saja pembahasan kita tentang property syariah vs property konvensional. Semoga artikel ini dapat membantu para calon pembeli rumah dan dapat bermanfaat bagi banyak orang.