Home Berita Polisi meradang Bom Kampung Melayu disebut buat pengalihan isu

Polisi meradang Bom Kampung Melayu disebut buat pengalihan isu

167

Gema Rakyat – Lima tewas dan belasan luka-luka akibat bom panci yang dua kali meledak di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam. Lima tewas yakni 2 pelaku AS dan INW. Sedangkan, tiga korban lainnya berasal dari pihak kepolisian yakni Briptu Taufan Tsunami, Briptu Ridho Setiawan, dan Briptu Imam Gilang Adinata.

Informasi yang dihimpun, bom meledak di dalam toilet dimana ledakan pertama lebih besar daripada yang kedua. Saat itu, terdapat anggota kepolisian yang tengah mengamankan jalannya pawai obor jelang bulan Ramadan.

Ledakan bom sudah barang tentu mengejutkan seluruh negeri, khususnya warga yang tengah melintas di sekitar lokasi. Bagaimana tidak, menurut kesaksian warga, ledakan begitu besar terdengar hingga radius sekitar 2 km.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah barang bukti yang tercecer di tempat kejadian perkara (TKP) dikumpulkan. Diantaranya yakni, potongan tubuh pelaku, serpihan kaca halte Transjakarta yang terkena ledakan, hingga struk pembelian panci yang ditemukan di salah satu saku celana pelaku.

Loading...

Untuk keterangan secara rinci, polisi menunggu hasil rekonstruksi dari penyidik.

“Untuk detilnya tentunya nanti tunggu hasil rekonstruksi dari teman-teman labfor akan disampaikan lagi,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/5).

Namun, kejadian itu disebut-sebut segelintir orang sebagai pengalihan isu. Bahkan, kabar yang berhembus, bom Kampung Melayu merupakan buatan pihak kepolisian yang bertujuan mengalihkan beberapa isu tengah hangat di dalam negeri.

Kabar yang beredar luas itu sontak membuat panas kuping Korps Bhayangkara.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana tak habis pikir institusinya disebut-sebut sengaja menciptakan teror demi mengalihkan isu. Padahal, peristiwa itu menewaskan tiga anggotanya.

“Sekarang di sosmed itu ramai, bahwa itu seperti pengalihan dari situasi yang dilakukan oleh polisi, Astagfirullah, saya bilang ada masyarakat yang masih mikir gitu. Korban yang meninggal toh orang islam juga, kok masih dibilang itu pengalihan,” tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/5).

“Dibilang potongan tubuh itu plastik, karet. Kita prihatin lah sama masyarakat yang menyampaikan kaya gitu. Bukannya menambah kekuatan di masyarakat malah kaya gitu,” tambahnya.

Dia menegaskan, pihaknya tengah mencari tahu siapa yang memulai propaganda tersebut. Bila kedapatan nantinya pelaku bakal diproses sesuai dengan aturan hukum yang ada.

“Kalau ditangkep pasti kita sidanglah, diproses. Ada aturan hukum yang kita pakai dan kita akan bergerak cepat,” ucapnya.

Sementara itu terkait adanya pengakuan dari ISIS yang bertanggungjawab atas ledakan di Kampung melayu, Suntana akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Semua informasi itu bakal dikumpulkan dan ditindaklanjuti.

“Hal wajar kalau kelompok radilkal itu mengatakan bahwa itu kelompok itu. Tapi kita enggak akan menanggapi serius, kita akan tetap jadikan informasi untuk ditindaklanjuti,” tutupnya. [GR / mdk]

Loading...