Home Berita Presiden PKS minta Paloh copot Viktor dari seluruh jabatan politik

Presiden PKS minta Paloh copot Viktor dari seluruh jabatan politik

41

Gema Rakyat – Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman menyarankan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mencopot ketua Fraksi NasDem di DPR Victor B Laiskodat dari seluruh jabatan politik. Hal ini menyusul ucapan Victor yang menuding PKS, PAN, Gerindra dan Demokrat mendukung kelompok intoleran dan negara khilafah.

“Lebih dari pantas jika pimpinan partainya (Surya Paloh) segera mencopot dan memberhentikan yang bersangkutan dari segala jabatan publik yang disandangnya,” kata Sohibul saat dihubungi, Jumat (4/8).

Menurutnya, ucapan Victor itu sangat berbahaya karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan, dia menyebut tudingan Victor menjijikkan, provokatif dan memicu permusuhan.

“Karena pemimpin seperti ini berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Sohibul berharap kasus ini menjadi yang terakhir. Dia berharap semua elite partai mawas diri dan ikut menjaga keutuhan bangsa.

“Kita berharap semua elite mawas diri demi keutuhan negara bangsa yang kita cintai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sebuah video pidato Ketua DPP Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat di Nusa Tenggara Timur beredar luas. Isinya, Viktor menuding empat partai yang mendukung berdirinya khilafah di Indonesia. Dalam video berdurasi 02.06 itu, Viktor awalnya menyebut adanya kelompok ekstremis yang tidak menginginkan dasar negara NKRI. Mereka ingin bentuk negara khilafah.

“Mau bikin satu negara, dong mau di negara NKRI, dong mau khilafah. Ada sebagian kelompok ini yang mau bikin negara khilafah,” ujar Viktor dalam video tersebut.

Lalu dia melanjutkan, kelompok-kelompok ini mendapat dukungan politik dari partai. Setidaknya ada empat partai yang disebut Viktor mendukung terbentuknya khilafah.

“Celakanya partai pendukung ada di NTT. Yang dukung khilafah ini ada di NTT itu nomor satu Partai Gerindra, nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, nomor empat itu PAN. situasi nasional ini partai mendukung kaum intoleran,” tuturnya. [eko/mdk]

Loading...