Home Berita Sarankan Jual BUMN, EWI Sebut Usulan Luhut Menyesatkan

Sarankan Jual BUMN, EWI Sebut Usulan Luhut Menyesatkan

70

Gema Rakyat – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengusulkan restrukturisasi BUMN atau bahkan menjualnya. Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menilai, masukan tersebut menyesatkan

“Membenahi kok dengan cara menjual? Ilmu dari mana itu? Jika semua masalah dibenahi dengan cara menjual kenapa kita tidak jual saja bangsa ini? Biar masalah selesai,” kata Ferdinand dalam siaran persnya, Rabu (27/9/2017).

Menurutnya, pernyataan Luhut merupakan usulan paling sesat dari seorang Menko Kemaritiman. Ia pun mempertanyakan kapasitas Luhut melontarkan pernyataan yang berkaitan dengan BUMN.

“Karena BUMN setahu saya tidak berada dalam koordinasi Kemenko Maritim akan tetapi dibawah Kemenko Perekonomian. Jadi luhut ini bicara jual BUMN entah sebagai apa,” tandasnya.

Loading...

Ferdinand menerangkan, keberadaan BUMN harus dominan sebagai motor ekonomi untuk menghasilkan keuntungan bagi negara.

“Saya curiga, usul jual BUMN ini bukan untuk menata BUMN, tapi sebagai pengganti jalan hutang yang selama ini dominan bagi pemerintah. Mungkin makin sulit berhutang maka dicari jalan lain dengan cara menjual BUMN. Ini akal-akalan tak sehat,” tegasnya.

“Kita minta Luhut atau pemerintah tidak menjadi broker penjual aset bangsa, tapi bekerjalah untuk memperbesar aset bangsa salah satunya BUMN,” tandasnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyoal dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekonomi dalam negeri.

Menurut Luhut, salah satu penyebab dominasi BUMN di ekonomi dalam negeri adalah jumlah BUMN dan anak usahanya yang sudah terlalu banyak dan besar. Hitungan Luhut, saat ini jumlah BUMN dan anak usaha BUMN mencapai sekitar 700 perusahaan.

Oleh karena itu, Luhut mengaku telah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera membenahi BUMN. Salah satu solusi yang ditawarkan ke Presiden Jokowi adalah dengan merestrukturisasi atau menjual BUMN.

“Saya bilang ke Presiden, ini tidak sehat,” ujarnya, Selasa (26/9). [beirtaislam24h.info / tsc]

Loading...