Home Berita Sindir Polisi Soal Kasus Novel: Harus Emak-emak yang Turun Tangan?

Sindir Polisi Soal Kasus Novel: Harus Emak-emak yang Turun Tangan?

55
Loading...

Gema Rakyat – Pasca Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior KPK Novel Baswedan lebih sulit diungkap dibandingkan dengan kasus bom Bali, linimasa Twitter pun ramai dengan cuitan warganet yang menyindir pernyataan Kapolri itu.

Bahkan, salah satu warganet mengusulkan agar Barisan Emak-emak Militan untuk mengungkap kasus teror terhadap Novel itu.

“Bakakakakakaka masa kudu BEM barisan emak emak militan *yg ngelacak pak,” tulis akun @ira_sulistiani.

Sementara warganet lainnya menyindir pernyataan Kapolri itu dengan besarnya anggaran yang dimiliki Kepolisian.

“Sudah punya anggaran besar aja masih sulit ungkap itu kasus… Apalagi diserahkan tugas itu ke “Jukir” (Juru parkir) #DagelanMu,” cuit @arulsVB.

Ada juga yang mengingatkan publik akan kasus-kasus terorisme dimana kepolisina kerap menemukan identitas diri pelaku yang masih utuh di lokasi terjadinya kasus terorisme.

“Pelakunya lupa bawa KTP,” sindir akun @pritada.

Namun, ada juga yang mendoakan kepolisian agar kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan agar bisa terungkap, dengan syarat, Kapolri diminta untuk berniat menyelesaikannya.

“Di niatkan dulu pak, Insya Allah ada jalan kalau sudah niat baik..,” tulis akun @TheUncleDee.

Sebelumnya, Kapolri Tito mengeluarkan pernyataan kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior KPK Novel Baswedan lebih sulit diungkap dibandingkan dengan kasus bom Bali.

Menurutnya, kasus-kasus yang menggunakan skema hit and run atau melarikan diri setelah menyerang sulit diungkap.

Dia mencontohkan, kasus teror hit and run yang sulit diungkap selain yang menimpa Novel adalah pelemparan bom molotov di Kedutaan Besar Myanmar dan rumah ibadah di Yogyakarta.

Adapun kasus bom Bali lebih mudah diungkap karena lebih banyak melibatkan pelaku. Dia pun mengakui, setelah kasus yang menimpa Novel enam bulan berlalu pihaknya belum menemukan titik terang.

Di sisi lain kepolisian sudah meminta KPK untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Namun lembaga antirasuah tersebut hingga kini belum mengirimkan tim khusus.

“Lebih dari 50 saksi diperiksa ada lima diamankan tapi kelimanya tak terkait. Kami pun menawarkan KPK kerjasama melakukan verifikasi terkait penyidikan oleh polisi termasuk joint investigation tapi KPK belum kirim tim,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di gedung parlemen, Kamis (12/10) kemarin.[Gema Rakyat / swc]

Loading...