Home Berita Terkuak, Pejabat Kemenko Maritim Isyaratkan Dana Haji untuk Proyek LRT

Terkuak, Pejabat Kemenko Maritim Isyaratkan Dana Haji untuk Proyek LRT

155

Gema Rakyat – Misteri penggunaan dana haji sedikit demi sedikit mulai terkuak. Penggunaan dana umat ini terkuak setelah salah seorang pejabat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) mengatakan hal tersebut kepada awak media.

Adalah Staf Kemenko Kemaritiman yang bernama Septian Hario Seto, yang membuka hal tersebut kepada publik. Septian menyiratkan bahwa dana haji akan digunakan untuk pembiayaan proyek light tail transit (LRT) di Jabodetabek.

Septian mengungkapkan, hingga kini 70 persen dana yang dibutuhkan untuk proyek LRT akan bersumber dari pinjaman beberapa bank. Pinjaman yang berkisar antara Rp 18 Triliun hingga Rp 19 Triliun ini, sudah mendapatkan respon positif dari beberapa bank yang ingin mendanai proyek LRT.

Secara keseluruhan, proyek LRT Jabodetabek sendiri membutuhkan dana total sebesar Rp 27,5 Triliun. Keseluruhan dana tersebut digunakan untuk membangun tiga rute LRT, yaitu Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang dan Cawang-Dukuh Atas.

Loading...

“Jadi, sekitar Rp 18 triliun sampai Rp 19 triliun itu nanti bisa dari bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan sebagainya,” ucap Septian saat Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan meninjau proyek LRT di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (4/8).

Dia menjelaskan, utang yang diambil tersebut bisa dijual lagi, misalnya, ke Black Rock. Sebab, lanjut dia, jika dilihat dari bunga sebesar 8,25 persen akan dijamin pemerintah dan lebih besar dari obligasi aturan pemerintah saat ini tujuh persen.

Namun demikian, ia menyatakan jika sisa dari dana yang dibutuhkan tidak mungkin dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karenanya, dibutuhkan sumber-sumber dana lain yang berasal dari luar APBN, salah satunya adalah dana haji.

“Seperti dana pensiun juga bisa. Dana haji juga bisa karena ini akan dan dijamin pemerintah,” jelasnya.

Proyek pembangunan LRT tahap satu yang mencakup Cibubur-Cawang mencapai 37 persen, Bekasi Timur-Cawang 17 persen, dan Cawang-Dukuh Atas tiga persen. Untuk tahap satu diperkirakan Mei 2019 bisa digunakan. [akt]

Loading...