Home Berita Terungkap! Rezim Korut Masukkan Tabung Pernapasan ke Tubuh Otto Warmbier

Terungkap! Rezim Korut Masukkan Tabung Pernapasan ke Tubuh Otto Warmbier

79
Loading...

Gema Rakyat – Pihak keluarga Otto Warmbier, mahasiswa Amerika Serikat (AS) yang tewas usai ditahan rezim Korea Utara (Korut), memang menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah. Meski demikian, pemeriksaan post-mortem tetap dilakukan untuk mencari tahu penyebab meninggalnya pemuda berusia 22 tahun itu.

Dalam laporan bertanggal 11 September itu menunjukkan adanya tabung pernapasan yang dimasukkan ke dalam tubuh Otto Warmbier di beberapa titik selama dipenjara sejak Januari 2016 hingga dibebaskan pada Juni 2017. Laporan itu dirilis usai kedua orangtua korban muncul di stasiun televisi Fox.

Pemeriksaan post-mortem tersebut dilakukan oleh Dokter Gretel Stephens dari tim forensik di Ohio, kampung halaman Otto Warmbier. Pemeriksaan post-mortem dilakukan alih-alih otopsi penuh sesuai permintaan Fred dan Cindy Warmbier. Hasil pemeriksaan mencatat adanya luka di kedua lutut Otto, engkel, kaki, dan lengan.

“Ada semacam bekas luka bulat di atas takik sternal dengan retraksi ringan, sesuai dengan bekas luka trakeostomi,” bunyi laporan post-mortem tersebut, mengutip dari NBC News, Kamis (28/9/2017).

Namun, laporan tersebut tidak dapat memastikan kapan dan mengapa trakeostomi dilakukan. Tindakan tersebut biasanya diberikan untuk membantu pasien pulih dari ventilator atau untuk membantu pasien bernapas setelah mengalami kerusakan neurologis.

Fakta bahwa adanya luka itu menunjukkan bahwa Otto Warmbier berhasil memulihkan kemampuan bernapas sendiri pada titik tertentu. Laporan itu diperkuat kesaksian tim dokter dari University of Cincinatti yang mengatakan bahwa korban mengalami kerusakan neurologis secara jelas. Kerusakan terjadi setelah adanya insiden iskemik, yaitu terhalangnya laju darah menuju otak.

Ayah Otto, Fred Warmbier, mengenang saat-saat di mana dirinya menyambut kepulangan sang putra di bandara. Alih-alih bahagia, kedua orangtua Otto justru melihat anaknya dalam kondisi mengenaskan. Sang ibu, Cindy Warmbier, bahkan hampir pingsan saat melihat kondisi tersebut.

Fred menerangkan, ia sempat mendengar suara melolong dan awalnya tidak begitu yakin asal bunyi tersebut. Namun, ia kemudian melihat Otto dibawa dengan tandu dan tersentak keras hingga membuat suara tersebut. Fred menyebut Otto dalam keadaan buta dan tuli saat diturunkan dari pesawat.[dtk]

Loading...