Home Berita Ulama NU Madura Yang Masuk AUMA & FPI Dianggap Hanya 1/2 NAHDLIYYIN,...

Ulama NU Madura Yang Masuk AUMA & FPI Dianggap Hanya 1/2 NAHDLIYYIN, Ini Kata KH. Djakfar Shodiq Zain

233

Gema Rakyat – Seorang kiai dari madura membuat tulisan yang ramai diperbincangkan dengan judul “1/2 NAHDLIYYIN”. Menurutnya, banyak kiai NU Madura yang saat ini bergabung dengan AUMA & FPI karena NU mereka hanya setengah -tengah saja.

Menanggapi tulisan yang cukup viral itu, Ketua Ansor Garis Lurus KH. Djakfar Shodiq Zain memberikan tanggapan yang dikirim ke redaksi kami. Menurut Kiai Djakfar, tulisan tersebut adalah pemikiran salah kaprah dalam memahami dakwah Ulama Madura. Berikut penuturannya.

DINAMIKA DAKWAH ULAMA MADURA

Banyak pihak salah paham dalam menilai kiprah dakwah ulama Madura. Ulama Madura 4 kabupaten, utamanya pemangku pesantren besar adalah Sunni (Nahdliyyin).

Loading...

Sejak sebelum merdeka ‘para kyaeh medureh’ selalu bermusyawarah dan mengutamakan musyawarahnya para ‘kyaeh seppo’. Itu tradisi pesantren dan anjuran agama. Sampai sekarang hal tersebut selalu dilakukan sebagai upaya ‘ijtihad’.
Mereka yang tidak paham itu karena tidak mengikuti dinamika perjuangan ulama Madura atau mengambil sumber kabar dari yang tidak kompeten.

Dikabupaten Sampang misalnya, sampai saat ini yang disebut gedung NU ‘Majelis Musyawarah’ masih bertahan 100% keasliannya. Gedung ini didirikan oleh KH. Makky Hasbullah sebagai pendiri NU kabupaten Sampang pada tahun 1926. Beliau keturunan Batuampar dan Bujuk Cendanah Kwanyar.

Tulisan Ust Ahmad Dardiri Zubairi NASA (1/2 Nahdliyyin) salah besar dalam mengutip sumber berita dan jauh dari tabayyun. Pendiri BASSRA adalah KH. Cholil AG (cicit Maha Guru Syaichona Cholil Bangkalan) merangkap syuriah NU.
Pendiri AUMA (Aliansi Ulama Madura) adalah para ulama se-Madura yang di motori oleh KH. Ali Karrar Shinhaji, ulama sepuh Batuampar dan dideklarasikan di PP Nurul Cholil yang diasuh KH. Zubair Muntashor, Yang juga Rais Syuriah NU dan madih cicit Maha Guru Syaichona Cholil Bangkalan. Semuanya didirikan atas dasar musyawarah para Ulama.

Keberadaan FPI dimadura diawali dengan silaturrahim kepada para kiai -kiai Madura karena melihat dari kesamaan visi dakwah antara FPI dengan para Ulama Madura. Kesamaan visi inilah dengan konstelasi dakwah Nasional bahkan Internasional yang melahirkan wadah untuk berjuang bersama dengan dinamika dakwah serta resiko yang sudah siap di tanggung oleh masing -masing.

Inilah para pejuang -pejuang yang siap berkorban tidak mau duduk manis bermesraan dengan kekuasaan yang bergelimang harta dan tahta. Bahkan sekarang lahir HP3M yang dimotori KH. Lailurrahman juga atas dasar musyawarah para ulama Madura.

Aktivis BASSRA, AUMA, HP3M dan FPI Madura hingga FKM adalah para pemangku pesantren besar di Madura. Banyak juga yang aktif di PCNU 4 Kabupaten Madura. Semuanya adalah menuju satu titik perjuangan yaitu MEMBENTENGI ASWAJA.

wpid IMG 20170612 WA00091 1 - Ulama NU Madura Yang Masuk AUMA & FPI Dianggap Hanya 1/2 NAHDLIYYIN, Ini Kata KH. Djakfar Shodiq Zain

Oleh KH. Djakfar Shodiq Zain, Sekjend HP3M, Wasekjend BASSRA, Pengurus AUMA, Pengurus Ansor 20 tahun, ketua Ansor Garis Lurus.

Wallahul Musta’an

[Nu]

Loading...