Home Berita Ungkap Kisah Kabur dari Myanmar, Pengungsi Rohingya: Allah Bawa Kami ke Indonesia

Ungkap Kisah Kabur dari Myanmar, Pengungsi Rohingya: Allah Bawa Kami ke Indonesia

59

Gema Rakyat – Berlayar menggunakan perahu adalah cara terbaik bagi suku Rohingya untuk kabur dari Myanmar. Namun, berlayar di laut lepas bisa mengancam keselamatan jiwa. Sepekan lalu, sebanyak 20 warga Rohingya tewas karena perahu yang ditumpangi terbalik saat berlayar menuju Bangladesh.

“Kami juga kabur dari Myanmar dengan menaiki perahu. Karena itu cara terbaik agar bisa kabur dari Myanmar,” ujar salah satu pengungsi Rohingya bernama Muhammad Masud di lokasi penampungan, Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, Rabu 6 September 2017.

Dia menerangkan, untuk bisa mendapatkan perahu juga bukanlah hal mudah. Warga etnis Rohingya yang ingin kabur dari Myanmar harus mengumpulkan uang untuk membeli perahu agar bisa kabur.

“Harga perahu itu mahal jadi kami harus mengumpulkan uang untuk membelinya. Kami juga harus mencari orang yang bersedia menjual perahunya kepada kami. Jadi sulit mendapatkan perahu. Bahkan saat ini keluarga kami yang di Myanmar tidak bisa kabur karena tidak membayar kapal,” jelas Masud.

Loading...

Ia menerangkan, saat itu dirinya berlayar selama sekira 3 bulan dari Myanmar ke Indonesia. Tidak adanya navigasi membuat mereka terkatung-katung di lautan pada 2014 silam.

Kondisi itu diperparah dengan minimnya persediaan makanan dan minuman yang mereka bawa untuk berlayar.

“Stok makanan kami hanya untuk 1,5 bulan perjalanan. Jadi kami berhemat. Bahkan minum saja satu hari hanya sebanyak setengah gelas,” ujarnya.

Krisis kemanusiaan yang menimpa Rohingya membuat ketakutan dan trauma bagi Rohingya, sehingga dalam benak Masud dan teman-temannya saat itu hanya berusaha kabur dari Myanmar.

Bahkan, saat berlayar ke laut, para Rohingya tidak tahu ke mana tujuan mereka. Hanya arus dan angin laut yang membawa mereka ke daratan asing.

“Saat itu, kami tidak tahu mau ke mana. Kami hanya berusaha kabur saja. Allah yang membawa kami ke Indonesia. Di sini kami terselamatkan,” pungkas Masud. [Gema Rakyat / okz]

Loading...