Home Dunia Islam Waspada, Syiah, Wahabi dan Ahmadiyah jadi Skenario Pecah belah Umat Islam

Waspada, Syiah, Wahabi dan Ahmadiyah jadi Skenario Pecah belah Umat Islam

143

Gerakan untuk memecah-belah umat Islam Indonesia hingga saat ini terus berlangsung. Berbagai skenario dilancarkan, antara lain lewat ajaran Syiah, Wahabi, dan Ahmadiyah. Melihat gencarnya gerakan ini, umat resah. Namun, para ulama, tokoh dan aktivis meyakini umat Islam tidak akan terpecah dengan gencarnya kelompok-kelompok itu menghancurkan akidah dan menyebar fitnah terhadap umat. Sekarang ini yang patut diwaspadai adalah gerakan Komunis dan Zionis. Karena gerakan ini menjadi dalang perpecahan bangsa.

Skenario menggunakan gerakan Syiah, Wahabi, dan Ahmadiyah untuk memecah belah umat Islam di Indonesia, sudah sejak lama diketahui para ulama, tokoh dan aktivis Islam. Namun kenyataannya, semua skenario itu tidak mampu memecah-belah persatuan umat Islam. Pasalnya umat saat ini sudah cerdas.

Pernyataan ini disampaikan pengasuh pondok pesantren Ash Sholihin, Ustad Sopian Hamid, Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Karman BM, Sekjen Front Pembela Islam (FPI), Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Juru Bicara FPI Ustadz Slamet Ma’arif, dan Ustad Erick Yusuf dihubungi Harian Terbit, Jumat (10/3/2017).

Ustad Sopian Hamid mengatakan, ulama tidak terpecah dengan adanya isu Syiah, Ahmadiyah dan Wahabi. Karena saat ini ulama sedang fokus menjaga keutuhan NKRI yang sudah mulai rapuh. Soalnya, saat ini banyak pihak yang ingin memecah belah NKRI.

Loading...

Sofyan mengatakan, saat ini isu wahabi untuk memecah belah umat Islam sudah tidak laku dan jitu. Karena saat ini umat Islam sudah semakin cerdas. Sekarang ini yang patut diwaspadai adalah gerakan Komunis dan Zionis. Karena komunis dan zionis yang menjadi dalang perpecahan bangsa.

“PKI dan zionis menjadi dalang dari segala konflik yang ada di Indonesia saat ini. Konflik horizontal sengaja didesain oleh kelompok tertentu yang mengambil keuntungan dari kisruh yang ada,” paparnya.

Ulama Resah

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI), Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengakui, saat ini ulama resah karena banyak umat Islam yang menjadi murtad ikut aliran sesat Ahmadiyah dan Syiah. Padahal dua aliran itu sudah di fatwa sesat oleh MUI.

“Yang bermain dalam isu Ahmadiyah dan Syiah adalah ulama liberal yang bermain karena kaum liberal membela kesesatan atas nama HAM,” tegasnya.

Saat ini, sambung Novel, banyak ulama liberal yang menggugat pasal penistaan agama agar pasal itu dihilangkan. Sebagai antisipasi maka fatwa MUI tentang kesesatan Ahmadiyah dan Syiah harus didukung oleh Presiden. Pemerintah harus benar – benar melarang aliran sesat tersebut.

Juru Bicara FPI, Ustadz Slamet Ma’arif mengatakan, Ahmadiyah jelas sesat dan menyesatkan oleh karenanya pemerintah harus membubarkan. FPI siap membimbing bagi yang bertaubat dan ingin masuk Islam kembali. “Yang bertaubat dibina oleh kita untuk kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya,” kata Ustadz Slamet Ma’arif.

Sementara terkait Syiah dan Wahabi, sambung Ustadz Slamet, harus dilihat dulu golongan yang mana dianut mereka. Karena ada yang harus ditolak karena sesat, namun ada yang harus diajak diskusi. Karena ada juga golongan yang secara aqidah sama dengan umat Islam pada umumnya. “Itu saudara kita yang harus saling mengormati,” paparnya.

Ketua Umum GPII Karman BM meminta agar semua sekte teologis Islam terutama tentang keesaan Allah, Al Qur’an dan kenabian, bersatu. “Insya Allah dengan demikian Islam akan jaya. Jangan mau dipecah belah,” ujar Karman.
Terpisah, Ustad Erick Yusuf yang menegaskan umat Islam harus terus menjaga persatuan, sehingga berbagai upaya memecah belah keharmonisan umat Islam yang sejak dahulu terbina akan terus terwujud.

“Isu memecah belah umat Islam itu sengaja, kita harus waspada. Kita ingatkan teman-teman agar jangan berseteru dan (memang) tidak berseteru tidak usah terpengaruh,” ujar Erick.

Yusuf menegaskan umat Islam juga sampai terprovokasi. “Jangan sampai diprovokasi, semua ini adalah suatu provokasi. Persatuan harus terus dijaga, wa’atsimu bihablillahi jamian wala tarraqu. Kita harus bersatu melawan busuh yang sama,” tegasnya.

Wahabi

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Komisi Litbang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr Fahmi Salim pernah mengatakan, isu Wahabi serta perselisihan yang muncul antara Salafi-Wahabi dengan Ahlussunnah wal Jamaaah (Aswaja) adalah propaganda Syiah untuk memecah belah umat Islam.

Menurut Fahmi Salim, yang paling beruntung dalam perselisihan antara sesama Muslim adalah Syiah. “Yang paling mendapat keuntungan dari perselisihan antara Salafy-Wahabi dan Aswaja adalah Syiah,” ujarnya.

Sosiolog dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Dr. Ansari Yamamah meminta umat Islam harus cerdas dan bijak dalam merespon berbagai persoalan yang sedang dihadapi. Sebab, sepertinya ada sebuah desain yang sedang dirancang untuk memecah belah kelompok-kelompok Islam.

“Saat ini sepertinya tengah ada desain, yang misalnya berusaha memposisikan umat Islam sebagai kelompok anti terhadap kebhinekaan yang diusung pemerintah. Bahkan, ada upaya membenturkan kelompok/Ormas Islam dengan negara,” kata Ansari.

Dalam kondisi seperti ini, kata Ansari, umat Islam jangan emosional. Tetaplah arif dan bersikap. Umat Isalam harus tetap waspada dan bersatu, serta tidak mudah terprovokasi.

Loading...