Home Berita Wiranto kesal ditanya hasil pertemuan dengan Presiden dan Panglima TNI

Wiranto kesal ditanya hasil pertemuan dengan Presiden dan Panglima TNI

61

Gema Rakyat – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto terlihat emosi saat ditanya perihal hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo kemarin. Bahkan, Wiranto menunjuk dada wartawan karena kesal disodorkan soal kisruh senjata.

Wiranto datang ke Palembang untuk menghadiri apel Akbar Pancasila dan Bela Negara bersama 5.000 mahasiswa se-Sumatera Selatan di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Kamis (28/9). Dia memberikan arahan kepada mahasiswa terkait pentingnya cinta tanah air.

Turun panggung acara, wartawan langsung mewawancarai Wiranto terkait kegiatan yang baru digelar. Dia mengaku bangga dengan antusiasme peserta apel dalam menunjukkan sikap bela negara.

“Kesadaran ini muncul secara otomatis dari satu kampus yang saya anggap motor dari kampus di Sumatera Selatan,” ungkap Wiranto.

Loading...

Namun, begitu ditanya terkait hasil pertemuan dengan Jokowi yang dikabarkan untuk membahas kisruh pemesanan senjata non militer, Wiranto ogah berkomentar banyak. Dia berangsur berjalan meninggalkan wartawan.

“Nanti, nanti saya sampaikan (hasil pertemuan),” singkatnya.

Ketika ditanya apakah ada pengarahan dan teguran dari presiden, Wiranto mendadak emosi. Dia tidak menjawab pertanyaan tetapi justru melontarkan kalimat kemarahan kepada wartawan.

“Ngarang itu, bukan, kamu yang ngarang, kamu, bukan saya, ngarang, pertanyaannya ngarang,” kata Wiranto sambil menunjuk dada penanya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo kemarin memanggil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Pertemuan itu berlangsung di tengah isu pembelian senjata api ilegal dilontarkan Jenderal Gatot.

Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta selama lebih kurang satu jam. Sekira pukul 16.30 WIB, Wiranto bersama Gatot Nurmantyo keluar dari gerbang samping Istana Negara.

Tidak ada pernyataan yang disampaikan kepada wartawan. Keduanya langsung meninggalkan halaman Istana Kepresidenan Jakarta menggunakan mobil dinas.

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, pertemuan tersebut membahas persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-72 yang jatuh pada 5 Oktober 2017.

“Termasuk Gatot Nurmantyo meminta Presiden menonton pertunjukan wayang menyambut HUT TNI,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/9).

Johan menuturkan, pertemuan ini tidak membahas soal polemik pengadaan 5.000 pucuk senjata oleh lembaga non-militer. Polemik itu dianggap sudah selesai karena Presiden telah mendengar langsung penjelasan Gatot Nurmantyo secara lengkap di Halim Perdanakusuma pada Selasa (26/9) malam.

“Presiden juga sudah mendapat laporan secara lengkap apa yang dikatakan Gatot Nurmantyo,” ucapnya.[Gema Rakyat / mdk]

Loading...